Peristiwa

Perselisihan Ojol dan Ojek Pangkalan di Pacet Berujung Damai, Polisi Turun Tangan

26
×

Perselisihan Ojol dan Ojek Pangkalan di Pacet Berujung Damai, Polisi Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

HALLO NUSANTARA || CIANJUR — Perselisihan antara pengemudi ojek online (ojol) dan pengemudi ojek pangkalan di kawasan Pasir Kampung, Simpang Raya, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, berujung dugaan penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojol, Kamis (5/11/2026). Insiden tersebut sempat memicu kemacetan hingga tiga kilometer di jalur nasional Cipanas-Cianjur.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu diduga bermula dari persoalan penjemputan penumpang di luar area pangkalan ojek. Seorang pengemudi ojol bernama Deni (41) disebut menarik penumpang di kawasan tersebut hingga memicu keberatan dari pengemudi ojek pangkalan.

Berdasarkan keterangan salah seorang saksi, perselisihan kemudian berkembang menjadi dugaan aksi pemukulan terhadap Deni. Namun, kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penganiayaan tersebut masih memerlukan konfirmasi kepolisian.

Petugas Polsek Pacet turun tangan mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat. Kedua belah pihak kemudian dibawa ke Mapolsek Pacet untuk dimintai keterangan dan menjalani mediasi.

Dalam proses mediasi yang difasilitasi kepolisian, pengemudi ojol dan pengemudi ojek pangkalan akhirnya mencapai kesepakatan damai. Kedua pihak sepakat menyelesaikan perselisihan tersebut dan tidak melanjutkannya.

Kesepakatan itu berlangsung di Mapolsek Pacet setelah polisi mempertemukan kedua belah pihak untuk meredakan konflik.

Perselisihan tersebut tidak hanya melibatkan kepentingan antarpengemudi, tetapi juga berdampak langsung terhadap pengguna jalan. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar tiga kilometer di jalur nasional Cipanas-Cianjur selama penanganan kejadian.

Meski kedua pihak telah sepakat berdamai, kronologi dugaan pemukulan, kondisi Deni, serta mekanisme penyelesaian perkara belum dijelaskan secara resmi oleh kepolisian.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan pentingnya pengaturan hubungan operasional antara pengemudi transportasi daring dan ojek pangkalan, terutama terkait penjemputan penumpang di kawasan yang berdekatan dengan pangkalan.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses