DaerahKesehatan

Kampung Emas Mentari Didorong Jadi Model Layanan Kesehatan di Cianjur

50
×

Kampung Emas Mentari Didorong Jadi Model Layanan Kesehatan di Cianjur

Sebarkan artikel ini

Hallo Nusantara || Cianjur — Inovasi Kampung Emas Mentari yang dikembangkan Puskesmas Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dinilai memiliki peluang untuk menjadi model penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Penilaian itu muncul setelah tim verifikasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur melakukan verifikasi lapangan di Desa Sukanagalih, Selasa, 18 Agustus 2026.

Program Kampung Emas Mentari berfokus pada upaya eliminasi anemia dan stunting sekaligus mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi. Program tersebut menggabungkan pemetaan sasaran berbasis data, pelayanan langsung, edukasi kesehatan, kunjungan lapangan, serta pelibatan kader dan masyarakat.

Perencana Ahli Muda Bapperida Kabupaten Cianjur, Agung, mengatakan kekuatan program tersebut terletak pada kolaborasi berbagai unsur di tingkat masyarakat.

Menurut dia, persoalan kesehatan tidak cukup ditangani oleh fasilitas kesehatan. Pemerintah desa, RT/RW, Puskesmas, kader Posyandu, kader PKK, dan masyarakat perlu terlibat dalam mendeteksi kelompok berisiko sejak dini.

“Inovasi itu butuh kolaborasi dari semua unsur—pemerintah desa melalui RT/RW, Puskesmas, kader Posyandu, kader PKK, hingga tetangga kanan-kiri yang turut terlibat. Ini contoh yang sangat baik,” ujar Agung.

Ia mengatakan pendekatan Kampung Emas Mentari juga memadukan pemanfaatan teknologi dengan pelayanan langsung. Puskesmas menggunakan pemetaan berbasis data untuk mengidentifikasi ibu hamil dan kelompok yang memiliki risiko kesehatan.

Data tersebut kemudian digunakan sebagai dasar pemantauan dan penentuan intervensi di lapangan. Sementara itu, kader tetap melakukan kunjungan, edukasi, sosialisasi, dan pendampingan kepada masyarakat.

Agung menilai penggunaan teknologi dalam program tersebut bukan tujuan akhir. Menurut dia, pemanfaatan data harus berujung pada tindakan yang sesuai dengan persoalan masyarakat.

“Pemerintah dituntut berinovasi untuk menyelesaikan masalah publik yang semakin kompleks. Kita tidak bisa lagi menggunakan cara biasa. Saya berharap program ini minimal direplikasi di tingkat kecamatan hingga seluruh Kabupaten Cianjur,” katanya.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Rina Yudiantini, mengatakan inovasi pelayanan kesehatan perlu disesuaikan dengan persoalan dan karakteristik wilayah masing-masing.

Ia menilai Kampung Emas Mentari relevan dengan upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak, termasuk pencegahan stunting serta deteksi dini kelompok rentan.

“Meskipun Puskesmas Sukanagalih bukan puskesmas rawat inap maupun PONED, keunggulannya terlihat dari komitmen melampaui Standar Pelayanan Minimal,” ujar Rina.

Menurut Rina, peningkatan kualitas kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan Puskesmas. Koordinasi pemerintah desa, kader, masyarakat, sektor swasta, dan perangkat daerah diperlukan agar intervensi dapat dilakukan secara terpadu.

“Inovasi Kampung Emas Mentari ini menjadi inspirasi bagaimana kolaborasi lintas sektor—antara masyarakat, swasta, dan dinas—dapat terjalin dengan efektif,” katanya.

Verifikasi Kampung Emas Mentari merupakan bagian dari proses penilaian inovasi daerah Kabupaten Cianjur 2026.

Bapperida dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menilai pola kolaborasi yang diterapkan dalam program tersebut berpeluang dikembangkan di wilayah lain dengan menyesuaikan kebutuhan dan persoalan kesehatan setempat.

Bagi Puskesmas Sukanagalih, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan program agar tetap berjalan secara konsisten, berbasis data, dan dapat diukur hasilnya.

Jika dapat dipertahankan dan direplikasi secara tepat, Kampung Emas Mentari berpotensi menjadi salah satu model pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di Kabupaten Cianjur.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses