Hallonusantara.com || Sumedang – Rukun Wargi Sumedang menggelar perayaan hari jadinya yang ke – 70 dengan penuh hidmat dan kesederhanaan. Acara dilaksanakan di Kantor Hukum Pandji Center, Jl. Pangeran Kornel, Kota Kulon – Sumedang Selatan, pada Minggu 6/9/2026.
Milangkala RWS ke 70 mengusung tema ” Bija Suci Terlahir Dan Menerangi ” ini dihadiri oleh jajaran pengurus RWS Puseur, RWS Cabang, pinisepuh RWS/YPS, kamandalaan/rurukan dan kabuyutan se-kabupaten Sumedang, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Umum RWS Puseur, Ir. RD. Dany Ramdhani Soeriakoesoemah dalam sambutannya menyampaikan rasa empatinya kepada seluruh kawargian yang telah hadir dan mengikuti jalannya kegiatan perayaan Milangkala yang ke 70.
” Sebagai keturunan dari para leluhur Sumedang, kita patut berbangga dan bersyukur, karena Sumedang merupakan salah satu bagian dari sejarah yang ada di dalam bingkai negara kesatuan NKRI. Dan RWS terbentuk merupakan panggilan dan perintah dari negara, untuk itu sebagai keturunan dari para leluhur Sumedang dan sebagai penerus kita patut berbangga dan bersyukur dengan adanya RWS, ” ungkap RD. Dany.
Sementara itu, Sekjen RWS Puseur, RD. Penanjung WD Dasaputra, S.H. M.H., atau yang akrab disapa Kang Widi menyatakan bahwa RWS sudah ada sejak 1902.
” RWS sudah lahir sebelum NKRI berdiri, karena keberadaan kerajaan Sumedang larang sebagai penerus/ Trah kerajaan Padjajaran, dan RWS adalah masyarakat adat keturunan dari para leluhur Sumedang, ” jelasnya.
Lebih lanjut Kang Widi menyampaikan, sesuai tema yang diusung dalam tubuh RWS telah menghadirkan benih atau penerus bangsa dan bermanfaat bagi negara.
” Sesuai amanat para leluhur Sumedang, RWS sebagai penerus trah Padjajaran harus berbakti dan berbagi kepada sesama saling menerangi, sampai terwujudnya kesejahteraan lahir batin, ” tuturnya.
Sementara itu ketua RWS Cabang, Rd. Supriatna Avip menghimbau kapada kamandalaan/rurukan dan kabuyutan yang ada di 26 kecamatan se-kabupaten Sumedang untuk diperkuat.
” Untuk kamandalaan, rurukan dan kabuyutan yang ada di 26 kecamatan se-kabupaten Sumedang untuk lebih memperkuat kearifan lokalnya, guna merawat sejarah, seni budaya, tokoh adat istiadat termasuk para kuncen yang menerangkan tentang leluhurnya supaya tidak tergerus oleh zaman, ” pungkas Supriatna Avip.
( AH )















