Daerah

Klarifikasi Kades Pakuwon soal Sampah Menumpuk di Benying: Bukan Warga Kami

71
×

Klarifikasi Kades Pakuwon soal Sampah Menumpuk di Benying: Bukan Warga Kami

Sebarkan artikel ini

HALLO NUSANTARA ||CIANJUR — Kepala Desa Pakuwon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, H. Abdullah, memberikan klarifikasi terkait tumpukan sampah di kawasan Benying, Jalan Raya Hanyawar-Pacet. Ia menegaskan, menurut keterangannya, sampah tersebut dibuang oleh oknum yang bukan warga Desa Pakuwon.

Dalam klarifikasi melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu (10/10/2026), Abdullah yang akrab disapa Babah mengatakan pemerintah desa bersama perangkat desa dan masyarakat telah berulang kali membersihkan lokasi tersebut. Namun, sampah kembali menumpuk dalam waktu singkat.

“Setiap seminggu sekali kita melakukan pembersihan di sana. Tetapi, hari ini dibersihkan, besoknya sampah sudah menumpuk lagi. Kami juga kebingungan mencari solusi,” ujar Abdullah.

Ia menyayangkan masih adanya orang yang membuang sampah sembarangan meskipun pembersihan rutin telah dilakukan.

“Yang membuang sampah di lokasi tersebut adalah oknum-oknum warga yang tidak bertanggung jawab, bukan warga kami Desa Pakuwon. Hal ini sangat kami sayangkan karena sampah terus menumpuk meskipun sudah berulang kali dibersihkan,” katanya.

Abdullah mengakui lokasi penumpukan sampah tersebut masuk wilayah administratif Desa Pakuwon. Namun, letaknya yang cukup jauh dari permukiman menjadi salah satu kendala dalam memantau aktivitas pembuangan sampah secara langsung.

Akibatnya, upaya pembersihan yang dilakukan pemerintah desa belum mampu mencegah sampah kembali dibuang di lokasi yang sama.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Abdullah menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sukaresmi guna mencari solusi agar kawasan Benying tidak terus dijadikan tempat pembuangan sampah liar.

“Kami akan mencoba bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk mencari solusi terkait pembuangan sampah di lokasi tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang Jalan Raya Hanyawar-Pacet, yang menjadi akses aktivitas warga dan pengguna jalan menuju kawasan pariwisata.

“Kami mengimbau warga agar tidak membuang sampah di sana. Hal ini sangat mengganggu pejalan kaki maupun pengendara. Kami sangat membutuhkan kesadaran masyarakat,” kata Abdullah.

Tumpukan sampah di kawasan Benying tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Pemerintah desa berharap koordinasi dengan pihak kecamatan dan kesadaran masyarakat dapat membantu mencegah persoalan tersebut terus berulang.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan mengenai langkah teknis lanjutan untuk mencegah pembuangan sampah di lokasi tersebut.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses