Hallonusantara.com || CIANJUR – Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Cianjur Fraksi Gerindra, Angga Linoseva, lantaran dinilai lamban dalam menangani kerusakan jalan penghubung Cianjur-Sukabumi yang amblas akibat pergeseran tanah. Jumat 21 Februari 2025.
Jalan tersebut, terutama di titik terparah Desa Parakan Tugu, Kecamatan Cijati, nyaris tidak mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Cianjur meski kerusakan telah terjadi sejak November 2024. Hingga kini, situasi tak kunjung membaik.
“Sampai hari ini belum ada perbaikan sama sekali. Padahal saya sudah mengirimkan foto dan video kondisi jalan tersebut langsung ke pihak PUTR Cianjur,” tegas Angga dengan nada kecewa.
Lebih memprihatinkan lagi, menurut Angga, perbaikan justru dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas), termasuk Ormas Bagong Mogok, yang seolah mengambil alih tanggung jawab pemerintah.
“Ini sangat memalukan. Seharusnya perbaikan ini menjadi tanggung jawab Dinas PUTR, bukan masyarakat atau ormas. Apa fungsi pemerintah jika infrastruktur vital seperti ini saja diabaikan?” kata Angga dengan lantang.
Ia menegaskan bahwa akses jalur tersebut sangat penting untuk mendukung aktivitas warga dan perekonomian antarwilayah. Namun, ketidakpedulian pemerintah mencerminkan lemahnya komitmen dalam memprioritaskan kebutuhan masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas PUTR Cianjur terkait alasan lambannya penanganan jalan amblas tersebut. Masyarakat pun mulai mempertanyakan kesungguhan Pemkab Cianjur dalam menyelesaikan permasalahan mendesak ini.
(Bet)













