Hallonusantara.com || Cianjur – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cianjur menggelar peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 yang dirangkaikan dengan peresmian Klinik PKU Muhammadiyah Cianjur. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ahmad Dahlan, Komplek Islam Kreatif Muhammadiyah, Jalan KH. Abdullah Bin Nuh No. 64, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Sabtu (31/1/2026).
Acara yang dimulai sekitar pukul 09.20 WIB itu diikuti kurang lebih 300 peserta. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang juga Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. Kegiatan diselenggarakan oleh PDM Kabupaten Cianjur dengan Ketua PDM KH. Saeful Ulum.
Turut hadir Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.Og., Wakil Bupati Cianjur Ramzy Geys Tebe, unsur Forkopimda Kabupaten Cianjur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Ketua MUI Kabupaten Cianjur, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Ketua PDM Kabupaten Cianjur KH. Saeful Ulum dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah yang telah berusia 113 tahun terus berkomitmen memberikan kontribusi di berbagai bidang, khususnya pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Ia juga menyampaikan catatan sejarah bahwa pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, pernah berkunjung ke Kabupaten Cianjur pada tahun 1903.
Pada kesempatan tersebut, KH. Saeful Ulum menyatakan bahwa Klinik PKU Muhammadiyah Cianjur yang berlokasi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, telah mencapai sekitar 99 persen kesiapan operasional. Klinik tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Cianjur dan sekitarnya.
Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.Og., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran Muhammadiyah yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia dan pelayanan sosial. Ia berharap kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur dan Muhammadiyah dapat terus ditingkatkan.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyampaikan bahwa Muhammadiyah telah berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan yang memiliki peran strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menyebutkan bahwa Muhammadiyah telah terdaftar sebagai organisasi non-pemerintah di Economic and Social Council (ECOSOC) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurutnya, keberadaan ribuan sekolah, ratusan perguruan tinggi, rumah sakit, dan klinik milik Muhammadiyah menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas dalam menghadapi tantangan keumatan dan kebangsaan.
(Bet)













