DaerahReligiSosial

Silaturahmi Ramadan PT DMGP di Ciguntur Cianjur: Santunan Yatim, Bantuan Masjid, hingga Aspirasi Warga Disampaikan Terbuka

34
×

Silaturahmi Ramadan PT DMGP di Ciguntur Cianjur: Santunan Yatim, Bantuan Masjid, hingga Aspirasi Warga Disampaikan Terbuka

Sebarkan artikel ini

Hallonsantara.com || Cianjur — Kegiatan silaturahmi Ramadan PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) di Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, digelar pada Selasa (17/3/2026). Acara ini diisi dengan buka puasa bersama, santunan anak yatim dan duafa, bantuan untuk masjid, serta dialog langsung antara perusahaan dan masyarakat.

Ketua RW 015 Kampung Ciguntur, H. Jaimin, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan warga dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa komunikasi antara warga dan pihak perusahaan telah terjalin, dan kegiatan ini menjadi bagian dari memperkuat persatuan masyarakat.

“Pada kesempatan ini ada kegiatan silaturahmi dengan PT DMGP kaitannya supaya persatuan masyarakat. Memang kami sebagai warga Ciguntur sudah berkomunikasi dengan pihak PT, dan hari ini dilaksanakan kegiatan buka bersama serta ada beberapa bantuan yang disampaikan kepada warga,” ujar Jaimin saat diwawancarai.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, termasuk santunan anak yatim dan bantuan untuk masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan kepada warga kami bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat Kampung Ciguntur,” katanya.

Namun, Jaimin juga menegaskan adanya sejumlah aspirasi warga yang telah disampaikan kepada pihak perusahaan dan diharapkan segera ditindaklanjuti.

“Kami selaku Ketua RW punya harapan besar kepada PT DMGP. Pertama, terkait aspirasi warga Ciguntur yang sudah disampaikan agar segera ditindaklanjuti. Kedua, terkait keadilan penegakan hukum, karena pernah ada warga kami yang didorong dan dipukul oleh pihak yang kontra. Kami berharap proses hukum berjalan sebagaimana mestinya agar muncul keadilan di Kampung Ciguntur,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil RW 015 Kampung Ciguntur, Asep Ridwan, juga menyampaikan pandangannya. Ia mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan, namun menekankan pentingnya realisasi aspirasi warga.

“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada PT DMGP yang sudah mengadakan kegiatan sosial untuk warga. Tapi dengan berjalannya proyek ini, masyarakat Ciguntur masih menunggu aspirasi yang sudah diakomodir, karena sampai saat ini belum ada realisasinya,” ungkap Asep.

Ia merinci beberapa aspirasi yang dimaksud, di antaranya pembangunan infrastruktur dasar.

“Aspirasi warga itu di antaranya pembangunan jalan dan pipanisasi air. Itu sudah dirapatkan berulang-ulang dengan pihak perusahaan, bahkan kami diminta mengecek sumber air dan menghitung RAB-nya. Tapi sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti,” jelasnya.

Meski demikian, Asep menilai kegiatan silaturahmi tersebut tetap memberikan dampak positif bagi hubungan warga dan perusahaan.

“Kalau untuk kegiatan hari ini sangat positif. Kita bisa bersilaturahmi dengan perusahaan, itu tidak masalah,” tambahnya.

Di sisi lain, salah seorang warga Kampung Ciguntur juga mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh PT DMGP, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak perusahaan. Bantuan ini sangat mendukung, terutama untuk anak yatim, jompo, dan masjid. Hatur nuhun,” ujarnya.

Dari pihak perusahaan, Kepala Teknis Panas Bumi PT DMGP, Yunis, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga bagian dari edukasi kepada masyarakat dan tokoh agama mengenai energi panas bumi (geothermal).

“Kegiatan ini selain silaturahmi juga bertujuan mengedukasi, termasuk kepada MUI yang merupakan corong masyarakat. Kami berdiskusi agar pesan-pesan tentang geothermal bisa disampaikan kepada warga,” kata Yunis.

Ia memaparkan bahwa saat ini sumber energi listrik di Indonesia masih didominasi oleh batu bara dan energi fosil lainnya.

“Secara global, listrik kita lebih dari 60 persen masih dari batu bara, sekitar 25 persen dari BBM dan gas, dan sisanya dari air. Dari perbandingan itu, geothermal adalah yang terbaik karena renewable atau bisa diperbarui,” jelasnya.

Menurut Yunis, pemerintah menargetkan peningkatan bauran energi baru terbarukan, termasuk panas bumi.

“Targetnya di tahun 2040, geothermal bisa mencapai sekitar 25 persen. Indonesia sendiri memiliki sekitar 40 persen cadangan geothermal dunia dan saat ini menjadi nomor dua terbesar dalam pemanfaatannya setelah Amerika,” ujarnya.

Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait risiko geothermal, dengan menegaskan bahwa setiap kejadian menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan keselamatan.

“Memang pernah ada kejadian akibat gas atau semburan uap panas, seperti di Sorik Marapi tahun 2020 dan di Dieng. Tapi dari kejadian itu, sistem keselamatan, prosedur kerja, dan pengawasan terus diperbaiki. Saat ini sudah jauh lebih aman,” tegasnya.

Sementara itu, Humas PT DMGP, Imron Rosyadi, menjelaskan bahwa kegiatan santunan Ramadan ini merupakan program rutin tahunan perusahaan.

“Kegiatan di Ciguntur ini adalah bagian dari membangun silaturahmi lebih erat dengan warga. Buka puasa bersama dan santunan ini sudah rutin dilakukan setiap Ramadan, dan sekarang memasuki tahun keempat,” kata Imron.

Ia merinci bantuan yang diberikan dalam kegiatan tersebut.

“Untuk di Ciguntur, kami memberikan santunan kepada 50 orang, terdiri dari 10 anak yatim dan 40 jompo serta duafa, ditambah bingkisan sembako. Kami juga memberikan bantuan Rp5 juta untuk operasional masjid di Ciguntur dan Rp5 juta untuk masjid di Pasir Cina,” jelasnya.

Selain itu, pada hari yang sama, PT DMGP juga menggelar kegiatan serupa bersama MUI Kecamatan Pacet.

“Kami juga memberikan santunan kepada 20 anak yatim dan 30 guru ngaji, serta berkolaborasi dengan MUI untuk memberikan pemahaman tentang energi baru terbarukan,” tambahnya.

Imron menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Edukasi dan literasi tidak pernah berhenti. Kami akan terus menjelaskan manfaat energi panas bumi, baik melalui pertemuan langsung, media sosial, maupun kerja sama dengan tokoh agama dan media,” tandasnya.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses