Hukum

Belum Juga Dilantik, DS Calon Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Terpilih Keburu Digelandang Kejari !

×

Belum Juga Dilantik, DS Calon Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Terpilih Keburu Digelandang Kejari !

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Sumedang – Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumedang menetapkan Ketua DPD Organda Sumedang yang juga merupakan calon anggota DPRD Sumedang terpilih yang berinisial DS, sebagai tersangka korupsi dugaan penyalahgunaan bus pariwisata tampomas tahun 2021-2023 yang merugikan negara ditaksir senilai Rp. 686.600.000,00 juta.

Diungkapkan Kepala Kejari Sumedang Yenita Sari S.H M.H, bahwa dari penyalahgunaan pengelolan tersebut, tersangka DS memiliki keuntungan tidak sah terhitung sejak bulan Januari 2022 sampi bulan April 2023.

“Perbuatan tersangka menguasai bus tanpa izin dari pemkab Sumedang berupa dua unit bus wisata yang berasal dari pinjam pakai dari pemerintah provinsi Jawa Barat,” ungkap Yenita, Rabu, 03/07/2024.

Dijelaskan Yenita, bentuk pemanfaatan bus tanpa izin tersebut dengan cara menyewakan tanpa izin kepada masyarakat umum untuk mengunjungi sejumlah objek wisata disekitaran waduk Jatigede, dan sekitaran kabupaten Sumedang, dengan tarif Rp. 1,2jt/hari untuk hari biasa, dan 1,4jt/hari untuk akhir pekan.

“Tarif sewa ditentukan sendiri oleh Ketua DPC Organda Sumedang dan hasil sewa tersebut tidak pernah disetorkan ke kas daerah ,” ujar Yenita.

“Sudah bertentangan dengan pinjam pakai antara pemprov Jabar dan pemkab Sumedang, hasilnya pun dinikmati sendiri oleh tersangka DS  selaku ketua DPC Organda Sumedang,” imbuh Yenita.

Adapun pasal yang dikenakan kepada tersangka, yakni pasal 2 ayat(1) Jo, pasal 18 Undang – Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tidak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

( Agus HD )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.