Hallonusantara.com || BEKASI – Seperti tiada hentinya kejadian atau peristiwa kriminal mulai dari pembegalan, tawuran maupun perbuatan kriminal lainnya yang didominasi oleh anak-anak di bawah umur yang berstatus masih sebagai pelajar.
Seperti yang terjadi pada Minggu (12/03/2023) malam, dari info yang dihimpun oleh awak media, dibagian wilayah hukum Polsek Pebayuran, Polres Metro Bekasi. Diduga gerombolan geng motor kembali berulah dan mengakibatkan korban seorang remaja mendapat luka yang cukup serius dan alami kritis sehingga harus dilarikan ke RSUD Karawang.
Hingga pada akhirnya, buntut dalam peristiwa tersebut Polsek Pebayuran berhasil mengamankan 7 anak remaja yang diduga menjadi pelakunya. Mirisnya, menurut informasi dari pelaku dirinya pelajar dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Diketahui, selain meringkus 7 remaja terduga pelaku, sebanyak dua buah sajam jenis Celurit dan parang, serta 4 Kendaraan roda dua yang berhasil diamankan mapolsek Pebayuran.
Mengetahui hal tersebut, Juheri salah satu warga melalui awak media, meminta kepada mapolsek pebayuran mapolres metro bekasi untuk lebih lagi meningkatkan giat patroli di titik-titik rawan, dan perlunya penambahan personil anggota atau dengan tambahan BKO dari Personel Polres Metro Bekasi ataupun gabungan TNI Polri guna mengantisipasi akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Dengan meminta BKO Personel tambahan dari Mapolres Metro Bekasi serta kontribusi dari masyarakat, mapolsek pebayuran harus lebih giat lagi meningkatkan kring-kring patroli di wilayah, agar hal yang akan terjadi dapat di antisipasi, setidaknya dapat di cegah agar tidak menimbulkan korban di masyarakat”, ungkap Juheri.
Seperti yang diketahui, terduga pelaku dari luar wilayah Bekasi, Juheri menduga kuat pelaku melintas di salah satu jembatan penghubung atau perbatasan Kabupaten Karawang – Bekasi yang ada di Kp. Bojongjaya, Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran. Sehingga di titik tersebut harus terus sering dilakukan patroli rutin.
Karena menurutnya, sambung Juheri, yang terjadi malam itu, sudah bukan lagi kenakalan remaja yang masih bisa di tolerir dengan mengacu anak di bawah umur, tetapi sudah masuk ke tindakan kriminal yang diduga direncanakan.
“Dengan membawa sajam dari rumah dan mencari korban di jalan, gagal tawuran warga di jalan jadi sasaran korban, sehingga hal tersebut tidak bisa di tolerir lagi, perlu di lakukan tindakan tegas, seperti apa yang di sampaikan oleh Kombespol Gideon Arif Setiawan Mantan Kapolres Metro Bekasi kepada wartawan saat melaksanakan apel Kring Presisi di Mapolsek Pebayuran waktu itu,” tuturnya.
Juheri pun menegaskan, maraknya kriminalitas pada anak di bawah umur, terutama anak pelajar, bukan hanya tugas kepolisian, namun sangat di perlukan keterlibatan semua unsur elemen masyarakat terutama orang tua dan guru dalam memberikan pelajaran atau nasehat.
Sementara hingga berita ini release, pihak Polsek Pebayuran belum dapat dikomfirmasi. (Yayan)













