Kriminal

Para Pelaku Pembacok Siswa SMK Hingga Tewas Di Cianjur, Lima Berhasil Ditangkap Dan Tujuh Lainnya Masih Dpo

×

Para Pelaku Pembacok Siswa SMK Hingga Tewas Di Cianjur, Lima Berhasil Ditangkap Dan Tujuh Lainnya Masih Dpo

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur – Muhammad Rizki (16), pelajar SMK di Cianjur yang tewas usai dianiaya dan dibacok belasan pelajar lainnya. Polisi berhasil mengamankan Lima orang pelaku, namun tujuh lainnya masih buron dan kini mereka masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Cianjur AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, bermula pada Rabu (12/06/2024) lalu, salah seorang siswa dari SMKN 1 Cilaku melihat unggahan siswa dari SMK AMS yang mengenakan celana sekolah SMK Negeri tersebut.

“Dari dasar melihat unggahan di Media sosial itu, diketahui mereka saling berbalas komentar dipostingannya. Kemudian berlanjut di percakapan melalui medsos,” ucapnya pada Kamis (20/06/2024).

Aszhari juga menambahkan, dari percakapan yang dilakukan melalui Media Sosial, kedua pihak sepakat untuk bertemu dan melakukan tawuran di kawasan Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang.

“Disepakati tawuran tersebutn oleh kedua pihak dilakukan pada hari Kamis tanggal 13 Juni 2024 malam,” ujar Kapolres Cianjur.

“Namun, saat pertemuan tersebut siswa dari SMKN 1 Cilaku yang berjumlah 12 orang langsung menyerang siswa SMK AMS yang hanya berjumlah 4 orang. Bahkan para pelaku juga menggunakan senjata tajam dan membacok korban. Akibatnya satu orang siswa SMK AMS meninggal dunia dan satu siswa lainnya mengalami luka parah akibat kejadian tersebut,” Jelasnya.

Aszhari menuturkan, sesaat setelah kejadian pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 5 orang pelaku.

“Sudah diamankan 5 orang, semuanya berstatus pelajar. Dua di antaranya sudah dewasa dan tiga lainnya masih di bawah umur,” ungkapnya

Dalam kesempatan yang sama Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto mengatakan, selain lima tersangka tersebut masih ada tujuh pelaku lainnya yang masih buron.

“Tujuh pelaku lainnya kami tetapkan dalam daftar DPO, kami masih cari keberadaanya,” jelas Kasat kepada awak Media.

Kasat memaparkan, atas aksinya para pelaku bisa dijerat dengan Pasal 76 C juncto Pasal 80 ayat 3 Undang -Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar,” tuturnya

Di sisi lain, Tono menegaskan jika aksi penganiayaan dan pembacokan yang menewaskan pelajar tersebut bukan aksi geng motor tetapi konflik siswa dari berbeda sekolah.

Kami menegaskan ini bukan aksi geng motor yang menyasar korban secara acak. Tapi pelaku dan korban sudah janjian untuk saling berkelahi karena dendam turun menurun antar sekolah,” tegasnya

Tono juga meminta adanya peran dari semua pihak untuk menghentikan tradisi perseteruan antar sekolah di Cianjur.

“Kepada semua pihak terkait, mulai dari orang tua, guru, hingga Pemerintah daerah untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya, jangan sampai salah gaul. Kita harus sama-sama menghentikan tradisi dendam turun temurun antar sekolah. Supaya kejadian ini tak terulang kembali,” pungkasnya. (Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.