Peristiwa

Naas, Pekerja Seni Panjak Odong-odong Tersengat Listrik, 3 Orang MD dan 4 Luka Serius

7
×

Naas, Pekerja Seni Panjak Odong-odong Tersengat Listrik, 3 Orang MD dan 4 Luka Serius

Sebarkan artikel ini

Hallo Nusantara || Kabupaten Bekasi – Hiburan rakyat odong-odong dalam acara khitanan di Kampung Cibeureum RT 03 RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, berakhir tragis. Tiga pemain kesenian odong-odong asal Kabupaten Subang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik, sementara dua lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB saat rombongan kesenian Alan Grup Dewa Tarompet asal Ciwera, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, tengah mengisi hiburan dalam sebuah hajatan khitanan.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, insiden bermula ketika rombongan kembali melanjutkan perjalanan usai beristirahat setelah menunaikan salat Ashar. Saat kendaraan odong-odong melintas, rombongan mendapati kabel listrik yang melintang dengan posisi rendah sehingga menghambat laju kendaraan.

Satlinmas Desa Mekarmukti, Pitung (70), mengatakan salah seorang pemain berupaya mengangkat kabel agar kendaraan dapat melintas. Namun nahas, upaya tersebut justru berujung petaka.

“Awalnya habis istirahat, terus jalan lagi. Pas maju, ketemu kabel. Ada yang mengangkat kabel supaya kendaraan bisa lewat,” ujar Pitung saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurutnya, korban yang mengangkat kabel diduga langsung tersengat aliran listrik. Arus listrik kemudian merambat ke pemain lain yang berada di sekitar lokasi.

“Awalnya satu orang yang kena. Begitu kesetrum, merambat ke yang lain. Yang mengangkat kabel itu langsung kena, terus yang memegang atau berada dekat dia ikut kesetrum,” katanya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Alyani, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan data sementara, terdapat lima korban yang dilarikan ke rumah sakit.

“Korbannya ada lima orang. Tiga orang meninggal dunia dan dua orang lainnya masih menjalani perawatan,” ujar Alyani.

Menurut Alyani, seluruh korban merupakan anggota rombongan kesenian yang datang dari Kabupaten Subang untuk mengisi acara khitanan di Desa Mekarmukti. Saat perjalanan berlangsung, kendaraan yang mereka tumpangi diduga memiliki muatan cukup tinggi sehingga bersinggungan dengan kabel listrik yang melintang di atas jalan.

Karena kabel dianggap menghalangi perjalanan, salah seorang korban naik ke bagian atas kendaraan untuk mengangkat kabel tersebut. Namun saat proses berlangsung, terjadi sengatan listrik yang mengakibatkan sejumlah korban terjatuh dan mengalami luka serius.

Menariknya, korban yang pertama kali tersengat listrik dilaporkan selamat dan kini masih menjalani perawatan medis. Sedangkan tiga korban yang meninggal dunia diketahui berada di bagian bawah kendaraan ketika insiden terjadi.

“Yang pertama kali tersengat listrik saat ini masih dirawat. Sedangkan tiga korban yang meninggal dunia berada di bawah,” ungkap Alyani.

Selain tersengat listrik, beberapa korban juga mengalami luka bakar pada bagian tubuh akibat kuatnya arus listrik. Tiga korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Sejumlah saksi, termasuk pemilik kendaraan dan pihak terkait lainnya, akan dimintai keterangan guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Sementara itu, dua korban yang selamat dilaporkan dalam kondisi sadar dan sudah dapat diajak berkomunikasi. Meski demikian, keduanya masih menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang diderita, terutama pada bagian tangan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan bahaya instalasi listrik yang berada di sekitar jalur lalu lintas kendaraan bertinggi lebih dari standar. Selain itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dalam setiap kegiatan hiburan keliling guna mencegah kejadian serupa terulang.

(Rifqi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses