Teknologi

Perempuan Jadi Kunci Ekonomi Digital Indonesia, Menkomdigi Dorong Akses Teknologi Sejak Dini

49
×

Perempuan Jadi Kunci Ekonomi Digital Indonesia, Menkomdigi Dorong Akses Teknologi Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Bekasi – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam bidang teknologi menjadi faktor strategis dalam menentukan masa depan ekonomi digital Indonesia. Pemerintah menilai akses teknologi yang setara bagi anak perempuan bukan lagi sekadar isu kesetaraan gender, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing nasional.

Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030. Namun, hingga saat ini masih terdapat kekurangan sekitar 3 juta tenaga profesional digital, yang berpotensi menghambat laju transformasi digital nasional.

Hal tersebut disampaikan Menkomdigi Meutya Hafid saat menghadiri AWS Girls’ Tech Day di Bekasi, Sabtu (7/2/2026).

“Indonesia diproyeksikan membutuhkan 12 juta talenta digital pada 2030. Tantangannya bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana memastikan anak perempuan memiliki akses setara untuk belajar, berkembang, dan berkarier di bidang teknologi,” ujar Meutya.

Fenomena “Leaky Pipeline” Masih Jadi Tantangan

Meutya menyoroti fenomena leaky pipeline, yakni menurunnya jumlah perempuan yang melanjutkan karier di sektor teknologi meskipun memiliki minat dan pendidikan awal yang cukup tinggi.

Data menunjukkan partisipasi perempuan dalam pelatihan digital mencapai sekitar 36 persen. Namun, hanya 17 persen yang benar-benar meniti karier profesional di sektor teknologi.

Bahkan, pada bidang teknis mendalam seperti kecerdasan artifisial (AI) dan engineering, keterlibatan perempuan masih berkisar antara 15 hingga 18 persen.

“Kita harus memastikan akses digital tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berkembang menjadi keterampilan nyata dan peluang kerja yang berkelanjutan,” tegasnya.

Pemerintah Siapkan Ekosistem Digital Inklusif

Menkomdigi menegaskan, pemerintah telah menyiapkan strategi melalui visi “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga” sebagai landasan penguatan talenta digital perempuan.

Terhubung, membuka akses pembelajaran teknologi bagi anak perempuan

Tumbuh, mengembangkan kompetensi dan keterampilan digital

Terjaga, menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, dan bebas diskriminasi

Menurut Meutya, hambatan struktural seperti stereotip gender, minimnya figur inspiratif, serta faktor keamanan ruang digital masih menjadi penghalang utama partisipasi perempuan dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Kolaborasi Industri Dorong Talenta Digital Perempuan

Dalam kesempatan tersebut, Menkomdigi juga mengapresiasi pelaksanaan AWS Girls’ Tech Day, yang menjadi contoh kolaborasi konkret antara pemerintah dan sektor industri dalam memperkuat literasi teknologi.

Program ini memberikan pengalaman belajar teknologi digital seperti coding, kecerdasan artifisial, dan robotika kepada sekitar 400 siswi dari jenjang SD hingga SMA.

Meutya mendorong para peserta untuk berani mengeksplorasi teknologi sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Jangan takut mencoba teknologi dan jangan takut melakukan kesalahan. Masa depan digital Indonesia membutuhkan kreativitas, empati, dan keberanian generasi muda perempuan,” pesannya.

Perempuan Diproyeksikan Jadi Penggerak Transformasi Digital

Pemerintah menilai penguatan talenta digital perempuan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing global. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri diyakini mampu melahirkan generasi perempuan unggul di sektor teknologi.

Dengan keterlibatan perempuan yang lebih luas, Indonesia berpeluang menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi digital dunia dalam dekade mendatang.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses