HukumKriminal

Berbekal Identitas Fiktif, Pasutri di Banten Berhasil Bobol Bank Hingga Rp 5,1 M

65
×

Berbekal Identitas Fiktif, Pasutri di Banten Berhasil Bobol Bank Hingga Rp 5,1 M

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || SERANG – Kajati Banten Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan pasangan suami istri FRW alias Febriana dan Hade alias HS pembobol dana bank di Tangerang menggunakan 41 identitas palsu. Identitas itu dipakai untuk membuka rekening dan mendapatkan fasilitas kartu kredit dengan nilai ratusan juta rupiah.

“Itu yang digunakan adalah 41 KTP fiktif, ketika kita tangkap, si suaminya itu banyak KTP fiktif yang kita temukan,” kata Didik kepada wartawan di Kejati Banten, Kamis (26/10/2023).

Pembobolan ini mulus dilakukan tersangka karena tersangka FRW adalah pegawai bank. Dia bertugas sebagai priority banking officer atau PBO. Modal mereka adalah Rp 500 juta untuk membuka rekening dan mendapat fasilitas kartu kredit.

Setelah itu modal diambil dan mereka menguras fasilitas kartu kredit. Jumlahnya ada yang Rp 200 juta hingga Rp 300 juta dengan total Rp 5,1 miliar.

“Diisi modal Rp 500 juta, otomatis dia sebagai nasabah prioritas bisa dapat kartu kredit, limitnya sama 500 juta. Kemudian dari uang yang ada di tabungan tadi, dia tarik, dia bikin lagi KTP lagi, sampai 41 KTP fiktif,” terangnya.

Tersangka HS, kata Didik, bahkan menggunakan foto dirinya untuk 10 KTP demi membuka rekening dan kartu kredit. Tapi, identitas yang lain adalah identitas palsu.

“Nama dia karang sendiri, dia punya identitas banyak yang lainnya itu, fotonya dia banyak, namanya banyak,” tambahnya.

Didik melanjutkan tim penyidik sendiri masih mendalami keterangan tersangka untuk mengecek 41 identitas di KTP. Apakah dari nama-nama itu ada yang keluarga, kerabat, atau orang terdekat.

Sejauh ini, pelaku melakukan kejahatannya sepanjang 2020-2021. Didik mengatakan masih dilakukan penelusuran.

“Masih kita telusuri, nama-nama ini (di rekening dan kartu kredit) bukan nasabah,” ujarnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses