Halllonusantara.com || Cianjur – Video yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Banjar Sari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi perbincangan di media sosial TikTok. Video yang diunggah akun @jihan234sc pada 15 Juli 2026 itu berisi keluhan seorang wanita yang menilai porsi makanan tidak sesuai dengan nilai anggaran yang diperkirakan mencapai Rp15.000 per porsi.
Dalam video tersebut tampak satu porsi makanan menggunakan wadah makan berbahan stainless steel berisi nasi putih, sayuran, sepotong tahu, satu lauk berbentuk bulat, serta potongan buah melon yang dikemas dalam plastik. Pengunggah juga menyertakan narasi yang membandingkan porsi makanan tersebut dengan makanan hewan peliharaan serta mempertanyakan nilai anggarannya.
Menanggapi video yang viral tersebut, Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaresmi Cibadak 2, Aris Budiono, SH, memberikan klarifikasi kepada Hallonusantara.com, Kamis (16/7/2026).
Aris menjelaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ia menegaskan menu yang disalurkan kepada siswa bukan menu dengan anggaran Rp15.000, melainkan paket untuk jenjang sekolah dasar dengan anggaran Rp8.000 per porsi.
“Menu yang dibagikan merupakan paket Rp8.000 per porsi. Isinya terdiri dari nasi, sayuran, buah melon, serta daging giling bulat isi keju. Porsi tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak,” kata Aris.
Menurutnya, penyusunan menu telah melalui perhitungan kandungan gizi dan gramasi sesuai ketentuan Program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut setiap menu telah disusun berdasarkan standar gizi yang berlaku sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Aris juga mengatakan, hingga saat ini pihak SPPG belum menerima laporan keberatan secara resmi dari sekolah terkait kualitas maupun porsi makanan yang disalurkan. Ia menduga polemik yang berkembang di media sosial dipicu oleh kesalahpahaman mengenai jenis menu dan besaran anggaran per porsi.
Sebagai tindak lanjut, SPPG berencana melakukan sosialisasi kepada para wali murid di sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat. Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan penjelasan mengenai komposisi menu, standar gizi, serta besaran anggaran setiap kategori penerima agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa.
Aris menjelaskan, saat ini SPPG Sukaresmi Cibadak 2 melayani 2.590 penerima manfaat, yang terdiri atas kelompok balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta peserta didik tingkat PAUD, SD, dan SMP.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN Banjar Sari belum memberikan tanggapan resmi. Hallonusantara.com telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak sekolah, namun sejumlah guru menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang menjalankan tugas di luar sekolah sehingga belum dapat memberikan keterangan. Media juga telah berupaya menghubungi pengunggah video TikTok untuk meminta klarifikasi, namun belum memperoleh respons.
(Be)














