Hallonusantara.com || KABUPATEN BEKASI – Seorang pria tua bernama Sumantri (76) ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan bersimbah darah di Kampung Blendung, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (25/11/2023) .
Terduga pelaku sempat kabur ke wilayah cabangbungin dalam hitungan jam pelaku berhasil diamankan pihak unit Reskrim Polsek Babelan gabungan Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya .
Sebelumnya diketahui, korban diduga dibunuh oleh sepupunya sendiri saat hendak pulang kerumah usai bermain di kediaman kerabatnya, korban dibunuh dibagian leher menggunakan sebilah pisau dapur hingga tak bernyawa di lokasi kejadian.
Seorang saksi mata Nemin mengungkapkan, antara korban dan pelaku merupakan satu keluarga, Sumantri yang merupakan paman pelaku tiba-tiba diserang menggunakan sebilah golok oleh sepupunya dibagian leher.
“Awalnya saya lagi duduk di bale sayuran, tiba-tiba warga teriak, bapak Sumantri jatuh, pas saya ke lokasi liat luka di leher banyak darahnya,” Nemin kepada wartawan Sabtu siang.
Ia menyebut, melihat luka korban cukup parah, ia langsung memanggil warga lain untuk ikut membantu menggotong ke pinggir namun naas nyawa korban tidak dapat ditolong lagi.
“Saya panggil warga lain untuk gotong, karena saya tetangganya enggak tega, pas saya gotong lehernya udah ngangkat gitu kepotong,” ujarnya.
Ia tak mengetahui secara pasti korban dibunuh dengan menggunakan senjata tajam, pasalnya, ia dan warga lain menemukan korban sudah tergeletak. Dilokasi terduga pelaku sudah melarikan diri.

“Padahal korban itu abis ngobrol bareng sama kita di warung, pas pulang tiba-tiba denger kabar korban sudah meninggal,” jelas Nemin.
Sementara itu, Ibu Masih merupakan Adik korban menjelaskan, pihaknya tak menyangka, sang kakak meninggal dunia ditangan keponakannya dengan cara sadis. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai UUD yang berlaku.
“Pelaku dan korban itu sodara, orang tua sendiri padahal, saya berharap pelaku di hukum dengan seadil-adilnya kalau sampai dia dikeluarin dari penjara bisa-bisa bunuh keluarga kami lagi,” kata Masih dengan nada kesal.
Ia menjelaskan, diduga pelaku tega membunuh korban lantaran dendam pribadi sejak lama dan baru diungkit saat ini, sebelumnya, kata dia ada selisih paham (cek-cok) antara korban dan pelaku.
“Kayaknya dendam lama, mungkin dia dendam sampai kaya begini tega banget, sebelumnya cekcok biasa,” jelasnya.
Dikatakan Masih kembali, korban dibunuh dengan menggunakan pisau dapur dibagian leher, semoga pelaku ketangkap dan di hukum seberat-beratnya,” tandasnya.
Aksi pembunuhan sadis itu diduga kuat dipicu lantaran dendam pribadi antara korban dan pelaku, polisi yang datang ke lokasi kemudian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi atas kasus tersebut termasuk mengamankan barang bukti berupa senjata tajam.
Guna kepentingan penyidikan, jasad korban kemudian dibawa kerumah sakit Polri Kramat Djati Jakarta, sedangkan kasus ini ditangani Kepolisian Polsek Babelan dan Polres Metro Bekasi.
(Yayan)













