Ragam

Pengajian Rutin Mingguan: KH Asep Sibaweh Ibnu Syihab Nawawi Bahas Tentang Mandi Wajib dan Hukumnya

101
×

Pengajian Rutin Mingguan: KH Asep Sibaweh Ibnu Syihab Nawawi Bahas Tentang Mandi Wajib dan Hukumnya

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Bekasi – Pada Rabu, 9 Oktober 2024, Majlis Ta’lim Hidayatul Mubarokah di Kp Lemahabang, Desa Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, menggelar pengajian rutin mingguan yang diisi oleh KH Asep Sibaweh Ibnu Syihab Nawawi. Dalam pengajiannya kali ini, beliau membahas topik penting tentang Mandi Wajib dan Hukumnya.

KH Asep Sibaweh menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat tiga istilah yang digunakan untuk mandi:
1. Guslu : Mandi yang dilakukan dengan membasahi seluruh badan.
2. Goslu : Mandi yang hanya membasahi sebagian atau setengah badan.
3. Gislu : Mandi dengan menggunakan air yang berbusa atau dengan sabun.

Selanjutnya, KH Asep membahas tentang berbagai hukum mandi dalam Islam yang terbagi menjadi beberapa kategori:

1. Hukum Wajib
Mandi wajib adalah mandi yang harus dilakukan dalam situasi tertentu. Di antaranya:
– Wajib mandi setelah keluar air mani.
– Wajib mandi karena nadzar.
– Wajib mandi setelah haid bagi wanita.
– Wajib mandi setelah nifas bagi wanita.
– Wajib mandi setelah melahirkan (*wiladah*).
– Wajib dimandikan setelah meninggal.

2. Hukum Sunah
Mandi sunah adalah mandi yang dianjurkan tetapi tidak wajib. KH Asep menyebutkan beberapa mandi sunah, seperti:
– Mandi sebelum shalat Jum’at.
– Mandi sebelum shalat Iedul Fitri atau Iedul Adha, tepatnya pada pukul 24.00 malam sebelum hari raya.

3. Hukum Mubah
Mandi mubah adalah mandi yang diperbolehkan, seperti:
– Mandi karena badan kotor atau merasa panas.

4. Hukum Makruh
Mandi yang dimakruhkan, menurut KH Asep, salah satunya adalah:
– Mandi dengan menyelam saat sedang berpuasa.

5. Hukum Haram
Mandi haram merujuk pada mandi yang tidak diperbolehkan secara syariat, meskipun ada kondisi di mana mandi tetap sah, tetapi haram dilakukan, misalnya:
– Mandi dengan menggunakan air milik orang lain tanpa izin, meskipun mandinya sah.
– Mandi saat haid, yang tidak sah dan haram hukumnya.

Dalam pengajiannya, KH Asep menekankan pentingnya mengetahui dan memahami hukum-hukum mandi dalam Islam, agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan benar sesuai syariat. Pengajian ditutup dengan doa bersama dan diikuti oleh para jamaah Majlis Ta’lim Hidayatul Mubarokah dengan penuh khidmat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses