Hallonusantara.com | Cianjur – Seorang pelajar perempuan berinisial CS (7), warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, mengalami luka serius disertai pendarahan setelah diserang delapan ekor anjing liar saat pulang sekolah, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban berjalan kaki melintasi area perkebunan menuju rumahnya. Setibanya di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dihadang oleh sejumlah anjing liar yang kemudian menyerangnya secara bersamaan. Akibat serangan itu, korban mengalami luka gigitan di beberapa bagian tubuh.
Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saripudin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihak desa menerima laporan dari warga terkait seorang anak yang menjadi korban serangan anjing liar.
“Setelah mendapat laporan, kami langsung mendatangi rumah korban dan membawa korban ke puskesmas untuk penanganan awal,” kata Ahmad Saripudin.
Namun, karena kondisi korban dinilai cukup serius dan membutuhkan penanganan medis lanjutan, pihak desa merujuk korban ke RSUD Sayang Cianjur menggunakan ambulans desa guna mendapatkan perawatan intensif.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan Polsek Campaka dan Babinsa untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian anjing yang diduga terlibat dalam insiden tersebut telah dibunuh oleh warga karena dikhawatirkan kembali menyerang anak-anak maupun warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah desa telah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, serta meminta warga yang memelihara anjing untuk mengandangkan atau mengikat hewan peliharaannya.
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian saat dikonfirmasi pada Jumat (30/1/2026) menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari rumah sakit terkait kejadian tersebut.
“Saya mendapat laporan dari pihak rumah sakit bahwa ada seorang anak yang digigit anjing. Saat ini korban sudah mendapatkan penanganan medis dan tengah menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mencegah terjadinya komplikasi,” ujar Wahyu.
Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Cianjur akan memberikan penanganan medis secara menyeluruh kepada korban.
“Kami akan memberikan vaksin anti rabies, tetanus, antibiotik, serta memastikan kondisi kesehatan korban kembali pulih,” tegasnya.
(Bet)













