Hallo TNI/POLRIHukumKriminalNasional

Wakil Koordinator KontraS Alami Teror Penyiraman Air Keras Oleh Orang Tidak Dikenal

173
×

Wakil Koordinator KontraS Alami Teror Penyiraman Air Keras Oleh Orang Tidak Dikenal

Sebarkan artikel ini

Hallonusnatara.com || Jakarta — Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mendapat serangan berupa penyiraman cairan yang diduga air keras yang mengarah ke tubuhnya pada Kamis (12/03/2026), di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas serangan penyiraman air keras terhadap Andrie. Dimas menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia.

Dimas menjelaskan bahwa saat itu Andrie baru saja selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

Usai kegiatan tersebut, Andrie mengendarai sepeda motor menuju rumah kontrakannya melalui Jalan Talang. Di lokasi itulah dua orang tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan.

Cairan tersebut mengenai wajah, mata, dada, serta kedua tangan Andrie. Korban langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya.

Menurut Dimas, peristiwa ini perlu menjadi perhatian serius karena terjadi terhadap seorang pembela HAM yang tengah menjalankan aktivitas advokasi. KontraS juga mencatat bahwa korban sebelumnya beberapa kali mengalami teror dan intimidasi, terutama setelah terlibat dalam sejumlah aksi advokasi terkait penolakan revisi Undang-Undang TNI pada 2025.

Ia juga menilai tindakan penyiraman air keras berpotensi dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan karena dapat menyebabkan luka fatal bahkan kematian.

Dilansir dari keterangan KontraS, hingga saat ini Andrie masih menjalani perawatan intensif di RSCM dan ditangani oleh sejumlah dokter spesialis dari berbagai bidang, termasuk rencana tindakan operasi pada bagian mata untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat cairan kimia tersebut.

(Rifqi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses