Daerah

Lubang di Jembatan Jeprah Cipanas Menganga, Pemkab Cianjur dan PUPR Diminta Jangan Tutup Mata Sebelum Jembatan Ambruk

46
×

Lubang di Jembatan Jeprah Cipanas Menganga, Pemkab Cianjur dan PUPR Diminta Jangan Tutup Mata Sebelum Jembatan Ambruk

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Kerusakan serius pada Jembatan Jeprah Cipanas di jalur vital Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur kini memicu kekhawatiran masyarakat. Sebuah lubang besar sedalam sekitar 3 meter yang muncul di badan jembatan di Kampung Jeprah (Bengkok) RT 01/RW 02, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur segera turun tangan melakukan penanganan darurat sebelum kerusakan berubah menjadi bencana infrastruktur.

Pantauan di lokasi pada Rabu (15/4/2026) menunjukkan kondisi jalan rusak Cipanas di area Jembatan Jeprah Cipanas semakin memprihatinkan. Di permukaan jembatan terlihat lubang dengan diameter sekitar dua meter. Namun di bagian bawah struktur jembatan, terbentuk rongga besar yang jauh lebih dalam akibat tanah penopang yang terus tergerus aliran air.

Kerusakan pada Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur tersebut diduga dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Derasnya aliran air di bawah Jembatan Jeprah Cipanas mempercepat proses erosi tanah sehingga rongga di bawah konstruksi jembatan terus melebar dan berpotensi melemahkan struktur penopang jembatan.

Kang Jajah, warga setempat yang setiap hari membantu mengatur arus kendaraan di sekitar jalan rusak Cipanas, mengatakan kondisi lubang di Jembatan Jeprah Cipanas terus membesar dari hari ke hari. Menurutnya, jalur Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur merupakan akses vital yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua, mobil pribadi, angkutan umum hingga kendaraan pengangkut barang.

“Lubangnya makin besar dan semakin dalam. Yang terlihat di permukaan sekitar dua meter, tetapi rongga di bawahnya jauh lebih besar. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir Jembatan Jeprah Cipanas bisa runtuh sewaktu-waktu,” ujarnya.

Warga menyebutkan kerusakan pada Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur sebenarnya sudah diketahui oleh pihak terkait. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah perbaikan darurat dari Pemkab Cianjur maupun Dinas PUPR Cianjur, sementara kondisi jalan rusak Cipanas tersebut terus memburuk setiap kali hujan turun.

Ayi, warga lainnya, menilai lambannya penanganan terhadap kerusakan Jembatan Jeprah Cipanas berpotensi menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan masyarakat. Ia menegaskan jalur Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur merupakan jalur transportasi penting yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah Cipanas dan sekitarnya.

“Ini bukan jalan kecil. Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur adalah jalur vital. Jika Jembatan Jeprah Cipanas sampai putus, aktivitas masyarakat bisa lumpuh total. Kami meminta PUPR Cianjur segera bertindak sebelum terjadi kecelakaan,” katanya.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan para pengendara yang setiap hari melintas di jalan rusak Cipanas tersebut. Cecep, sopir angkutan umum rute Cipanas–Mariwati, mengaku merasakan getaran saat kendaraan melintas di atas Jembatan Jeprah Cipanas.

“Kalau mobil lewat sudah terasa getaran di jembatan. Kami khawatir kalau terus dilalui kendaraan besar, jembatan ini bisa runtuh. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Dinas PUPR segera melakukan perbaikan,” ujarnya.

Saat ini pengamanan di lokasi hanya dilakukan secara swadaya oleh warga. Mereka bergantian mengatur arus kendaraan di Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur agar kendaraan tidak melintas secara bersamaan demi mengurangi beban pada struktur Jembatan Jeprah Cipanas yang sudah mengalami kerusakan.

Masyarakat menilai kondisi jalan rusak Cipanas di Jembatan Jeprah Cipanas tidak bisa lagi dianggap sebagai kerusakan biasa. Warga meminta Pemkab Cianjur dan Dinas PUPR Cianjur segera melakukan penanganan darurat, pemasangan rambu keselamatan, pembatasan kendaraan berat, serta perbaikan struktural jembatan.

Warga menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh menunggu hingga Jembatan Jeprah Cipanas benar-benar ambruk baru melakukan tindakan. Penanganan cepat dinilai sangat penting agar kerusakan Jalan Cipanas–Mariwati Cianjur tidak berubah menjadi tragedi yang mengancam keselamatan masyarakat.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses