Hallonusantara.com || Cianjur — Tragedi di kawasan Jembatan Suramadu kembali menyita perhatian. Seorang perempuan berinisial RF (30), yang belakangan diketahui merupakan warga Kampung Babakan Hilir, Desa Pakuwon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, ditemukan meninggal dunia di perairan Dermaga Madura, tepat di depan Monumen Jalesveva Jayamahe, Kamis pagi, 14 Mei 2026.
Tubuh korban pertama kali terlihat sekitar pukul 10.10 WIB dalam kondisi mengapung di perairan sekitar markas Komando Armada II TNI AL. Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban menggunakan kapal patroli sebelum dibawa ke daratan untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Kasus ini ditangani oleh penyidik Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang menduga korban melompat dari Jembatan Suramadu. Meski demikian, aparat masih mendalami kronologi serta motif di balik peristiwa tragis tersebut.
Penelusuran awal mengungkap perjalanan terakhir korban sebelum kejadian. RF diketahui sempat menumpang taksi milik Blue Bird Group dari kawasan Lakarsantri menuju arah Jembatan Suramadu. Sopir taksi yang mengantar korban mengaku melihat kondisi penumpangnya dalam keadaan emosional dan beberapa kali menangis sepanjang perjalanan.
Setibanya di bentang tengah Jembatan Suramadu, korban meminta diturunkan dengan alasan sudah ada seseorang yang akan menjemputnya. Setelah turun dari kendaraan, korban berjalan menjauh dan tidak terlihat lagi.
Beberapa jam kemudian, seorang warga menemukan sebuah ponsel iPhone 11 berwarna merah di jalur kendaraan roda dua arah Surabaya menuju Madura sekitar pukul 02.30 WIB. Ponsel tersebut kemudian diamankan dan diserahkan kepada aparat sebagai bagian dari proses penyelidikan.Dikutip dari memorandun.co.id.Minggu.(17/5)
Sementara itu, di kampung halaman korban di Desa Pakuwon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, pemerintah desa membenarkan bahwa perempuan yang diberitakan meninggal di kawasan Suramadu tersebut merupakan warganya.
Dihubungi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp, Kepala Desa Pakuon, H. Abdullah yang biasa dipanggil Babah, Minggu.(17/5) menuturkan menyatakan bahwa pihak desa telah menerima kabar tersebut setelah pemberitaan beredar di media. Ia memastikan bahwa RF memang tercatat sebagai warga Desa Pakuwon.
“Benar, almarhumah merupakan warga kami dari Kampung Babakan Hilir, Desa Pakuwon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman pada Minggu dini hari (17/5) dan tiba sekitar waktu subuh. Pihak keluarga bersama warga kemudian langsung melakukan proses pemakaman.
“Jenazah sudah dipulangkan hari ini, Minggu subuh (17/5), dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Pakuwon sekitar pukul 08.00 WIB,” kata kepala desa.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini pemerintah desa belum mengetahui secara pasti pekerjaan korban selama merantau di Surabaya. Informasi yang diterima pihak desa baru sebatas kabar bahwa korban bekerja di luar daerah.
“Sampai saat ini kami belum mengetahui secara pasti pekerjaan almarhumah selama merantau ke daerah sana,” ujarnya.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Pakuwon. Sementara itu, aparat kepolisian di Surabaya masih terus menelusuri kronologi lengkap kejadian untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan meninggal di perairan sekitar Jembatan Suramadu.
(Bet)













