Hallonusantara com || Cianjur — Kondisi jalan kabupaten yang rusak parah di Kampung Gunungputri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, menuai sorotan keras dari warga. Infrastruktur yang dibiarkan rusak bertahun-tahun itu diduga kuat menjadi pemicu kecelakaan maut yang menewaskan seorang pendaki asal Tangerang di jalur menuju kawasan Gunung Gede Pangrango.
WARGA MENILAI PEMKAB CIANJUR LAMBAN MENANGANI KERUSAKAN JALAN
Ketua RW 07 Kampung Gunungputri, Asep Zainal, menilai Pemerintah Kabupaten Cianjur terlalu lamban merespons kerusakan jalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Padahal jalur tersebut merupakan akses penting bagi kendaraan logistik, warga, serta wisatawan yang menuju kawasan pendakian Gunung Gede Pangrango.
Menurut Asep, kondisi jalan yang sempit, berlubang, dan bergelombang membuat kendaraan berat kesulitan melintas, terutama di tanjakan curam yang berada di sekitar lokasi kecelakaan.
“Jalan ini sudah lama rusak parah. Mobil besar sering tidak kuat menanjak karena kondisi jalannya rusak dan muatannya berat,” ujar Asep, Selasa (5/5).
AKSES WISATA DAN PENDAKIAN TERANCAM AKIBAT INFRASTRUKTUR BURUK
Warga menilai kerusakan jalan tersebut sangat berbahaya karena jalur tersebut juga menjadi akses utama menuju kawasan wisata dan pendakian di Gunung Gede Pangrango yang setiap tahun ramai dikunjungi wisatawan.
Namun hingga kini, menurut warga, belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada ruas jalan tersebut.
SURAT LAPORAN KE PEMKAB CIANJUR DISEBUT BELUM DITINDAKLANJUTI
Asep mengungkapkan bahwa pemerintah desa sebenarnya sudah beberapa kali melaporkan kondisi jalan rusak tersebut kepada dinas terkait di lingkungan Pemkab Cianjur. Namun laporan itu disebut belum mendapatkan respons nyata.
“Pak kepala desa sudah menyampaikan surat ke dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari pemerintah kabupaten,” katanya.
SAKSI MATA SEBUT JALAN RUSAK JADI PENYEBAB TRUK GAGAL MENANJAK
Saksi mata Oji (44), warga RT 01/07 Kampung Gunungputri yang melihat langsung kejadian di depan rumahnya, menegaskan bahwa kondisi jalan yang rusak menjadi faktor utama kendaraan berat kesulitan menanjak hingga memicu kecelakaan.
Menurutnya, truk yang membawa muatan semen sempat berhenti karena tidak mampu menanjak di jalan yang rusak. Setelah muatan diturunkan dan ganjal dilepas, kendaraan justru mundur ketika sopir belum kembali ke kabin.
“Utamanya karena jalan jelek. Mobil truk itu nyangkut di tanjakan, kemudian muatannya diturunkan. Setelah ganjal dilepas, mobil malah mundur karena sopir belum naik,” kata Oji.
WARGA SEBUT KERUSAKAN JALAN TERJADI HAMPIR 20 TAHUN TANPA PERBAIKAN SERIUS
Oji juga menyebut kerusakan jalan tersebut bukan persoalan baru. Warga bahkan memperkirakan kondisi jalan rusak itu telah berlangsung hampir dua dekade tanpa perbaikan besar dari pemerintah daerah.
“Kurang lebih sudah 20 tahun jalan ini rusak dan belum ada perbaikan serius,” ujarnya.
Ironisnya, warga setempat beberapa kali harus melakukan perbaikan secara swadaya karena tidak adanya tindakan dari pemerintah.
“Saya pernah kumpulkan dana sampai sekitar Rp9 juta untuk tambal jalan. Itu dari warga dan saya juga harus nombok sendiri,” katanya.
PEMKAB CIANJUR DINILAI HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS INFRASTRUKTUR JALAN
Ketua Karang Taruna Desa Sukatani, Guntur Ponco, menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan kabupaten sehingga tanggung jawab perbaikan sepenuhnya berada pada Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak dan tidak layak dilalui kendaraan berat berpotensi menimbulkan kerusakan teknis kendaraan hingga memicu kecelakaan fatal.
“Ini jalan kabupaten, jadi pemerintah harus bertanggung jawab. Jalan yang rusak diduga menjadi faktor utama kecelakaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Guntur.
TRAGEDI DI JALUR GUNUNG GEDE PANGRANGO DIHARAP JADI PERINGATAN KERAS BAGI PEMKAB
Warga berharap tragedi yang merenggut nyawa seorang pendaki muda tersebut menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur agar segera memperbaiki infrastruktur jalan, khususnya di jalur wisata dan pendakian menuju kawasan Gunung Gede Pangrango.
Mereka menegaskan, tanpa perbaikan serius dari pemerintah daerah, kondisi jalan rusak di Pacet berpotensi kembali memicu kecelakaan dan mengancam keselamatan warga maupun wisatawan.
(Bet)













