Hallonusantara.com | CIANJUR – Fenomena alam yang diduga langka terjadi di kawasan Pantai Cemara, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jutaan kepiting kecil terlihat bergerak secara bersamaan dari area pesisir menuju daratan. Peristiwa tersebut terekam dalam video dan menjadi perhatian luas setelah viral di media sosial pada Rabu (24/6/2026).
Kemunculan kawanan kepiting dalam jumlah sangat besar itu mengundang rasa penasaran masyarakat. Warga yang menyaksikan langsung maupun melalui rekaman video mengaku takjub melihat hamparan kepiting yang memenuhi sebagian kawasan pantai dan bergerak serempak menuju wilayah daratan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Ade Dadang Kusmayadi, mengatakan pihaknya baru mengetahui informasi tersebut setelah video peristiwa itu beredar luas di media sosial.
Menurut Ade, migrasi kepiting secara massal lebih dikenal terjadi di sejumlah wilayah dunia, salah satunya di Pulau Christmas, Australia. Oleh karena itu, kemunculan fenomena serupa di pesisir selatan Cianjur dinilai menarik untuk diteliti lebih lanjut.
“Kami baru mengetahui informasi tersebut dari video yang beredar. Jika fenomena itu benar terjadi seperti yang terlihat dalam rekaman, tentu menjadi peristiwa yang menarik karena migrasi kepiting dalam jumlah besar relatif jarang dilaporkan di wilayah ini,” kata Ade saat dihubungi, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, terdapat berbagai faktor yang dapat memicu perpindahan kepiting secara massal, mulai dari perubahan kondisi lingkungan, cuaca, hingga dinamika suhu perairan laut. Namun demikian, penyebab pasti fenomena yang terjadi di Pantai Cemara belum dapat dipastikan tanpa kajian lapangan dan penelitian lebih lanjut.
“Perubahan iklim, kondisi cuaca, atau suhu perairan dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku kepiting. Dalam beberapa kasus, migrasi dilakukan untuk mencari habitat yang lebih aman atau mendukung proses reproduksi,” ujarnya.
Hingga saat ini, DPKHP Kabupaten Cianjur mengaku belum menerima laporan resmi terkait fenomena tersebut. Meski demikian, instansi terkait menyatakan kesiapan untuk melakukan pengecekan lapangan apabila diperlukan guna memperoleh data yang lebih akurat.
“Kami belum menerima laporan resmi. Jika diperlukan, kami siap melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi sebenarnya,” tambah Ade.
Dalam berbagai kajian biologi kelautan, migrasi kepiting merupakan perilaku alami yang terjadi ketika populasi kepiting berpindah secara massal untuk berkembang biak, mencari sumber makanan, atau menghindari perubahan kondisi habitat. Fenomena tersebut dikenal sebagai salah satu peristiwa ekologis yang menarik karena melibatkan pergerakan ribuan hingga jutaan individu secara bersamaan.
Peristiwa yang terjadi di Pantai Cemara, Desa Cidamar, kini menjadi perhatian masyarakat dan pemerhati lingkungan. Sejumlah pihak berharap dilakukan penelitian lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti migrasi kepiting tersebut serta dampaknya terhadap ekosistem pesisir selatan Kabupaten Cianjur.
(Bet)














