Kesehatan

Kampung Emas Mentari Antarkan Puskesmas Sukanagalih Masuk Empat Besar Inovasi Cianjur 2026

68
×

Kampung Emas Mentari Antarkan Puskesmas Sukanagalih Masuk Empat Besar Inovasi Cianjur 2026

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Puskesmas Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, masuk empat besar Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cianjur 2026 melalui program Kampung Emas Mentari. Inovasi tersebut mengusung pendekatan pelayanan kesehatan masyarakat dengan fokus pada penanganan anemia, pencegahan stunting, serta upaya menekan kematian ibu dan anak.

Kampung Emas Mentari merupakan akronim dari Eliminasi Masalah Anemia, Stunting, dan Menuju Target Nol Kematian Ibu dan Anak. Program itu menjadi inovasi yang dibawa Puskesmas Sukanagalih dalam kompetisi inovasi daerah tingkat Kabupaten Cianjur tahun ini.

Kepala Puskesmas Sukanagalih, Utari Doriomos, S.Keb., Bdn., mengatakan capaian tersebut diperoleh setelah timnya melewati tahapan seleksi administrasi dan evaluasi lanjutan berupa presentasi serta wawancara.

Tahapan evaluasi tersebut berlangsung di Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Cianjur, Selasa (11/8/2026).

“Alhamdulillah, setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, kami baru saja menyelesaikan tahapan presentasi dan wawancara di Bapperida. Seluruh proses berjalan lancar berkat kolaborasi tim inovator dan penanggung jawab kluster,” ujar Utari, Selasa.

Menurut Utari, penilaian dilakukan oleh dewan juri lintas instansi yang melibatkan unsur Bapperida dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Masuknya Kampung Emas Mentari ke empat besar membuat Puskesmas Sukanagalih berpeluang melanjutkan persaingan menuju tiga besar. Penetapan peringkat selanjutnya masih menunggu pengumuman resmi panitia penyelenggara.

Fokus pada Persoalan Kesehatan Masyarakat

Kampung Emas Mentari dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan anemia dan stunting serta penguatan perlindungan kesehatan ibu dan anak.

Melalui inovasi tersebut, Puskesmas Sukanagalih berupaya menempatkan pelayanan kesehatan primer tidak hanya pada aspek pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan sejak tingkat masyarakat.

Utari mengatakan kompetisi inovasi daerah menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan budaya kerja yang lebih adaptif di lingkungan pelayanan publik.

“Fokus utama kami bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan membangun budaya kerja yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada solusi nyata,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan kebutuhan masyarakat menuntut pelayanan kesehatan untuk terus beradaptasi agar kualitas pelayanan tetap terjaga.

“Di tengah perubahan zaman yang cepat, sektor kesehatan harus terus bergerak maju agar pelayanan masyarakat tetap optimal,” ujar Utari.

Melanjutkan Rekam Jejak Inovasi

Keikutsertaan Puskesmas Sukanagalih dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cianjur 2026 juga melanjutkan pengalaman Utari dalam kompetisi inovasi pelayanan publik.

Pada 2024 dan 2025, ketika masih memimpin Puskesmas Cijagang, Utari disebut berhasil mengantarkan institusi tersebut meraih juara pertama dalam ajang inovasi daerah secara berturut-turut.

Kini, setelah mendapat amanah memimpin Puskesmas Sukanagalih, ia kembali membawa inovasi pelayanan kesehatan melalui Kampung Emas Mentari.

Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cianjur 2026 diikuti oleh berbagai unsur, antara lain organisasi perangkat daerah, institusi pendidikan, dan elemen masyarakat.

Bagi Puskesmas Sukanagalih, posisi empat besar menjadi capaian sementara sekaligus tantangan untuk membuktikan bahwa inovasi pelayanan kesehatan dapat memberikan pendekatan baru dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Hasil penetapan tiga besar Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cianjur 2026 selanjutnya akan diumumkan secara resmi oleh panitia penyelenggara.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses