Hallo Tani

Panen Ikan Yang Dikelola Poktan Subur Makmur Program Ketahanan Pangan, Hasilnya Belum Memuaskan

71
×

Panen Ikan Yang Dikelola Poktan Subur Makmur Program Ketahanan Pangan, Hasilnya Belum Memuaskan

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Garut, Jabar – Penanaman ikan guna menunjang program ketahanan pangan yang di kelola Kelompok Tani (Poktan) Subur Makmur dengan modal dari APBDes, dengan modal penanaman 3 kwintal bibit ikan nila dan pakannya, dengan jarak panen 4 bulan dilokasi Desa Karangpawitan, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut hasilnya belum memuaskan, Sabtu (28/1/2023).

Dari Ketua Poktan Deden yang kemudian pengelolaannya di serahkan ke para Rw di Desa karangpawitan, Kecamatan karangpawitan, Kabupaten Garut yang diprakarsai oleh ketua Rw.07 Aceng Misbah, dengan penanaman ikan tawar jenis Nila 1 kwintal  40 kilo dengan jangka waktu sekitar 4 bulan, pemanenan ikan nila sekitar 2 kwintal 50 kilo namun setelah diapkir ada kisaran 50 kilo yang siap dipasarkan.

“Kami berharap ke pihak Pemdes Karangpawitan adanya pendamping dari muali awal sampe akhir/panen dan diperlukan pengarahan juga bimbingan dinas terkait untuk mengarahkan para pengelola juga harus lebih selektip lagi dalam perencanaan program ketahanan pangan ini,” ujar Aripin salah satu RW yang menjadi bagian dari Kelompok Tani.

“Karena menurut saya ketidak berhasilan penanaman ikan ini kalau di hitung selama 4 bulan Cuma bisa menghasilkan 2 kwintal 50 kilo, seharusnya lebih dari itu hasilnya, di karenakan ini faktor bibit ikan yang tidak sesuai dan faktor pakan ikan yang tidak sesuai dengan kwalitas, serta kurangnya pendampingan terhadap pengelola,” lanjut Aripin saat di temuai awak media Hallonusantara.com dilokasi.

Disaat yang sama sekertaris Poktan Subur Makmur Yaitu Lukman menambahkan tentang hasil panen ikan nila yang di kelola di Rw.03.

“Dengan modal penanaman ikan nila 3 kwintal di program ketahanan pangan yang dikelola Poktan subur makmur ini, di bagi dua pengelola yaitu, RW.02 dan RW.03 yang dikelola oleh ketua kelompok beserta jajarannya, untuk di Rw.03 ini bisa menghasilkan panen ikan 4 kwintal namun yang bisa di pasarkan  baru 1kwintal 50 kilo, selebihnya ditanam kembali karena masih belum bisa di pasarkan, dan teknis pemasarannya pun dengan cara para kader menawarkan kepada masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Dedi/Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses