Hallonusantara.com || Cianjur — Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Tani Indonesia (DPC PTI) Kabupaten Cianjur menggelar pembukaan Sekolah Tani 2025 di Wisma Kemensos Ciloto, Puncak Cianjur, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyerahan Surat Keputusan (SK) Ketua PAC PTI se-Kabupaten Cianjur dengan mengusung tema “Pemuda Bangkit, Tani Makmur, Pemuda Tani Keren!”
Ketua DPC PTI Cianjur, Rendi Taufik Ismail, menyampaikan bahwa sekolah tani menjadi sarana penting untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Menurutnya, pelatihan yang diberikan melalui sekolah tani selaras dengan tujuan mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Sekolah tani memberikan pelatihan berbasis teknologi, seperti program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT), untuk mengalih-teknologi kepada petani,” ujarnya.
Rendi menjelaskan bahwa program ini turut menyasar generasi muda sebagai upaya regenerasi petani.
“Program ini mendorong semangat generasi muda agar mencintai sektor pertanian dan memastikan keberlanjutan pertanian di masa depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan keterampilan dan penguasaan teknologi menjadi faktor penting untuk menaikkan produktivitas sekaligus pendapatan petani. Menurutnya, hal tersebut berkontribusi langsung pada pencapaian swasembada pangan nasional.
“Produktivitas yang meningkat akan berdampak pada kesejahteraan petani. Peningkatan produksi dalam negeri menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional,” tuturnya.
Rendi juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah dalam penguatan sektor pertanian.
Dihadiri Anggota DPR RI dan Sejumlah Tokoh Pertanian
Pembukaan Sekolah Tani PTI 2025 ini turut dihadiri oleh Dr. Ir. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra; Drs. Ahmad Danial, M.Si mewakili PT Tribuana Inovasi; Direktur Agraria Institute Dede Firman Karim; serta perwakilan TNI, Polri, dan tamu undangan lainnya.
Pada kegiatan tersebut, PTI Cianjur juga memperkenalkan sejumlah produk pertanian lokal dan varian pupuk karya anak bangsa, termasuk komoditas padi dan kopi.
DPD PTI Jabar Soroti Alih Fungsi Lahan di Cianjur
Ketua DPD PTI Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi, S.H, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader Pemuda Tani Indonesia dalam mengawal isu alih fungsi lahan yang semakin marak di Kabupaten Cianjur.
“Cianjur menjadi kabupaten kesembilan yang menggelar sekolah tani. Saya mengajak seluruh kader untuk bekerja nyata, bukan hanya berbicara,” ucapnya.
Dea mengingatkan bahwa Cianjur merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Barat sehingga alih fungsi lahan harus menjadi perhatian serius.
“Kami prihatin dengan banyaknya alih fungsi lahan. Jangan sampai Cianjur mengalami nasib seperti Karawang. Masuknya industri harus tetap sesuai regulasi dan tidak mengorbankan lahan produktif,” tegasnya.
Ia menutup pidatonya dengan ajakan kepada seluruh kader PTI agar berpartisipasi aktif menjaga keberlanjutan pertanian dan mengawal kebijakan tata ruang wilayah.
(Bet)













