Sosial

Majelis Dzikir Dan Taklim Di Lingkungan RW 03, Jadi Panggung Bagi Para Ustadz Muda

85
×

Majelis Dzikir Dan Taklim Di Lingkungan RW 03, Jadi Panggung Bagi Para Ustadz Muda

Sebarkan artikel ini
Majelis Dzikir Dan Taklim Di Lingkungan RW 03, Jadi Panggung Bagi Para Ustadz Muda.

Hallonusantara.com || Garut – Seperti umumnya umat muslim. Melaksanakan sholat berjama’ah adalah suatu kewajiban. Namun ada yang berbeda di Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Cassanova, RT 05 RW 03, Sirnajaya. Tarogong Kaler. Pada Subuh 16 Ramadhan 1444 H tadi. Terlihat para tokoh masyarakat dan tokoh agama berkumpul.

Dengan dibantu para Ustadz generasi muda. K.H Dede Ahmad Solah, tokoh agama RW 03. Sibuk mempersiapkan potongan helaian kain mori untuk mengapani jenazah. Jum’at, (07/04/2023).

Tampak kain mori itu digelar di depan para warga dan jemaah yang memenuhi masjid.

Tapi Tidak ada raut wajah kesedihan, seperti umumnya apabila ada yang meninggal dunia. Malah sebaliknya. Tawa riang dan candaan terlihat di antara mereka.

“Memang tidak ada yang meninggal dunia. Tadi itu kami sedang melakukan praktek pemulasaraan jenazah. Ini adalah salah satu materi pada rangkaian kegiatan Majelis Dzikir dan Taklim Warga RW 03.” Tutur K. H Dede Ahmad Solah. Saat diwawancara awak media.

Perlu diketahui. Memang tidak ada yang meninggal dunia pada saat itu.
Para Ustadz generasi muda dan warga, ternyata sedang mengikuti kegiatan acara praktek pemulasaraan jenazah.
Dimulai dengan tatacara memandikan jenazah, kemudian dilanjutkan cara mengapani jenazah.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dua mingguan, yang diadakan oleh pengurus RW 03 beserta para asatidz lingkungan setempat. Tempat kegiatannya bergilir di setiap RT.

“Kegiatan majelis Dzikir dan Taklim ini merupakan kegiatan rutin warga kami setiap dua minggu sekali. Tidak hanya di Bulan Ramadhan saja.” Kata Wahyu. Ketua RW 03. Menerangkan pada awak media Hallo Nusantara.

“Untuk tempat kegiatannya bergilir. Mulai RT 01 sampai 05.
Tujuan kegiatan ini adalah sebagai wadah silaturahmi warga juga sebagai regenerasi terhadap para sesepuh dan tokoh agama di sini.

Kan tidak selamanya para sesepuh dan tokoh agama di sini bakal terus ada.
Bagi kami satu penerus itu lebih baik dari pada puluhan atau ratusan pengikut!” Sambung Wahyu.

Masih menurut keterangan Wahyu. Kusus Ramadhan, kegiatan Majelis Dzikir dan Taklim waktunya dimulai dengan Subuh berjamaah. Kalau bulan-bulan biasa, kegiatan ini biasanya dimulai setelah shalat berjama’ah Maghrib. Isi kegiatan sesuai nama, yaitu Istighosah dan do’a bersama sampai tiba waktunya Isya.

Selepas sholat Isya, acara dilanjutkan dengan ceramah para Ustadz generasi muda dari warga sini.

“Bisa dibilang kegiatan ini, sebagai panggung untuk para Ustadz muda mengasah dan menambah jam terbang mereka.” Tutup Wahyu.
(Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses