KesehatanPendidikanSosial

Mahasiswa Gizi Universitas Al-Azhar Gelar Pengabdian Masyarakat di Cianjur, Perkuat Edukasi Gizi untuk Cegah Stunting

33
×

Mahasiswa Gizi Universitas Al-Azhar Gelar Pengabdian Masyarakat di Cianjur, Perkuat Edukasi Gizi untuk Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Foto: Mahasiswa Gizi Universitas Al-Azhar Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet.

Hallonusantara.com || CIANJUR – Mahasiswa Program Studi Gizi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Sehat di Setiap Usia: Gizi untuk Balita, Ibu Hamil, dan Lansia” di Desa Sukanagalih, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (26/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.

Kegiatan ini diikuti oleh kader kesehatan, ibu hamil, ibu yang memiliki balita, serta masyarakat setempat. Melalui penyuluhan dan edukasi, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang pada setiap tahapan kehidupan, mulai dari masa kehamilan, balita, hingga lanjut usia.

Mahasiswa semester akhir Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia, Yala Dirgantara, mengatakan bahwa stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang harus ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang baik dan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.

“Posyandu merupakan ujung tombak dalam mendeteksi risiko stunting. Karena itu, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita perlu rutin mengikuti kegiatan Posyandu agar kondisi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak dapat dipantau secara berkala,” ujar Yala.

Ia menjelaskan, kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, akademisi, dan masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang. Edukasi yang berkelanjutan dinilai mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Yala menyarankan pemanfaatan media komunikasi digital, seperti grup WhatsApp, sebagai sarana penyebaran informasi mengenai jadwal Posyandu, edukasi kesehatan, dan pola makan bergizi. Selain itu, penggunaan media visual seperti poster dan leaflet yang menarik dinilai dapat mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat.

Ia juga mendorong kader Posyandu melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah keluarga yang anaknya berisiko mengalami stunting. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk mengetahui kendala yang dihadapi orang tua sekaligus memberikan pendampingan mengenai pola asuh dan pola makan anak.

Menurut Yala, salah satu tantangan yang kerap dihadapi orang tua adalah anak yang memilih-milih makanan (picky eater). Untuk mengatasinya, ia menyarankan penyajian menu bergizi dengan tampilan yang lebih menarik.

“Misalnya membuat bola-bola ayam yang dipadukan dengan wortel atau sayuran lainnya. Dengan cara itu, kebutuhan protein, vitamin, dan mineral anak tetap dapat terpenuhi melalui makanan yang lebih disukai,” katanya.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang bagi balita, ibu hamil, dan lansia, sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Cianjur melalui peran aktif keluarga dan Posyandu.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses