KesehatanPendidikanSosial

Dosen dan Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia Terapkan Public Speaking dalam Edukasi Gizi kepada Masyarakat Cianjur

25
×

Dosen dan Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia Terapkan Public Speaking dalam Edukasi Gizi kepada Masyarakat Cianjur

Sebarkan artikel ini
Foto: Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Al-Azhar Indonesia, Damayanti dan mahasiswa.

Hallonusantara.com || CIANJUR – Dosen dan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi serta Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Sehat di Setiap Usia: Gizi untuk Balita, Ibu Hamil, dan Lansia” di Desa Sukanagalih, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (26/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan kader kesehatan, ibu hamil, ibu yang memiliki balita, serta masyarakat setempat. Melalui penyuluhan dan edukasi, peserta mendapatkan informasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Selain memberikan edukasi kesehatan, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa lintas program studi untuk mengasah kemampuan komunikasi publik secara langsung di tengah masyarakat.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Al-Azhar Indonesia, Damayanti, mengatakan kegiatan lapangan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Dasar Komunikasi yang dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata.

“Kami mengajak mahasiswa belajar public speaking langsung di lapangan. Mereka belajar menyampaikan informasi kepada masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda sehingga mampu menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kebutuhan audiens,” ujarnya.

Menurut Damayanti, kemampuan komunikasi memiliki peran penting dalam keberhasilan edukasi kesehatan. Informasi mengenai gizi harus disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar pesan yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Ia menjelaskan, mahasiswa diajarkan menghindari penggunaan istilah ilmiah yang terlalu teknis. Sebagai gantinya, mereka diarahkan memberikan contoh makanan bergizi yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sehingga materi lebih mudah dipahami oleh ibu hamil, orang tua balita, maupun kelompok lansia.

“Kami mendorong mahasiswa menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan begitu, materi gizi tidak terasa rumit dan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Damayanti juga menyampaikan pandangannya mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan status gizi masyarakat, terutama anak-anak.

Namun demikian, ia menilai keberhasilan program sangat bergantung pada tata kelola, pengawasan, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Program ini memiliki tujuan yang positif. Yang perlu terus diperkuat adalah pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi agar manfaatnya benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran,” ujarnya.

Ia juga berpendapat bahwa pelaksanaan program perlu mempertimbangkan skala prioritas sesuai kebutuhan daerah dan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan sehingga anggaran dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran.

Melalui kolaborasi antara Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Gizi, Universitas Al-Azhar Indonesia berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi komunikator kesehatan yang efektif dalam mendukung peningkatan literasi gizi serta pembangunan kesehatan masyarakat.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses