Daerah

Harga Cabai dan Daging Sapi di Cianjur Turun, Daya Beli Melemah dan Panen Membaik Tekan Pasar

19
×

Harga Cabai dan Daging Sapi di Cianjur Turun, Daya Beli Melemah dan Panen Membaik Tekan Pasar

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cipanas – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai bergerak turun setelah sempat menanjak dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan paling terasa terjadi pada komoditas cabai dan daging sapi, dua bahan pangan yang kerap memicu gejolak harga menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Data Perkembangan Kebutuhan Pokok dan Barang Penting per 24 Februari 2026 yang dirilis Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Cipanas mencatat hampir seluruh jenis cabai mengalami koreksi harga. Cabai merah tanjung turun dari Rp55 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Cabai merah biasa terkoreksi dari Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Cabai merah keriting turun dari Rp50 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Cabai rawit hijau susut dari Rp60 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit merah turun dari Rp90 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Pasar Cipanas, Solihat, mengatakan harga cabai hijau relatif stabil di angka Rp30 ribu per kilogram. Harga bawang merah dan bawang putih juga belum mengalami perubahan.

“Untuk cabai hijau masih tetap Rp30 ribu per kilogram. Bawang merah dan bawang putih juga belum ada kenaikan atau penurunan,” ujar Solihat, Selasa, 24 Februari 2026.

Selain cabai, harga daging sapi juga mulai melunak dari Rp140 ribu menjadi Rp135 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras masih bertahan di Rp40 ribu per kilogram.

Menurut Solihat, turunnya harga dipengaruhi dua faktor utama: melemahnya daya beli masyarakat serta membaiknya hasil panen di sejumlah sentra produksi cabai. Sebelumnya, harga sempat melonjak akibat pasokan terganggu karena panen yang kurang optimal.

“Waktu harga cabai tinggi, salah satu penyebabnya karena panen lokal kurang bagus bahkan ada yang gagal panen, sehingga pasokan berkurang dan harga naik,” katanya.

Ia memperkirakan harga komoditas relatif stabil hingga sepekan menjelang Idulfitri 2026. Namun pola tahunan menunjukkan harga pangan berpotensi kembali merangkak naik mendekati hari raya.

“Biasanya satu minggu sebelum Lebaran harga mulai naik lagi. Itu sudah menjadi siklus setiap menjelang puasa dan Lebaran,” ujar Solihat.

Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi konsumen, meski di sisi lain mencerminkan tekanan pada daya beli masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan tetap memantau distribusi dan ketersediaan pasokan agar gejolak harga menjelang hari besar keagamaan dapat dikendalikan.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses