Hallonusantara.com || CIANJUR — Warga Kampung Muhara, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Bagelen pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Penemuan jasad tersebut sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian.
Kapolsek Warungkondang, Kompol Tedi Setiadi, mengungkapkan bahwa korban diketahui bernama B (56), seorang pemulung yang merupakan warga Kampung Gombong, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban sehari-hari mencari barang bekas di sekitar wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Korban ditemukan dalam kondisi terapung di pinggir sungai dengan posisi terlentang dan tersangkut pada batu. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana pendek warna hitam,” ujar Kompol Tedi Setiadi.
Saksi Mata Temukan Jasad Saat Hendak Memancing di Sungai Bagelen
Peristiwa penemuan mayat tersebut bermula ketika seorang warga yang hendak memancing di aliran Sungai Bagelen turun dari pematang sawah menuju bantaran sungai. Saat itulah saksi melihat tubuh korban sudah mengapung di tepi aliran sungai dalam kondisi tidak bergerak.
Melihat kejadian tersebut, saksi segera memberitahukan warga sekitar yang kemudian melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian. Aparat bersama masyarakat setempat langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban.
Berdasarkan hasil keterangan yang dihimpun dari warga dan keluarga, korban diduga tenggelam saat sedang mencari barang bekas di sekitar aliran sungai. Aktivitas tersebut merupakan pekerjaan rutin korban yang biasa dilakukan sejak pagi hingga sore hari.
“Diduga korban terpeleset dan tenggelam ketika mencari rongsokan di pinggiran sungai,” jelas Kompol Tedi Setiadi.
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian bersama warga mengevakuasi jasad korban dari lokasi penemuan untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Namun keluarga korban memutuskan menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Pihak keluarga menolak autopsi dan telah menerima kejadian ini sebagai takdir,” pungkasnya.
(Bet)













