Hallonusantara.com || JAKARTA – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, pemerintah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di seluruh pelosok negeri. Tujuannya adalah memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
Salah satu kebijakan utama yang diambil adalah pelaksanaan operasi pasar di berbagai daerah, bertujuan menekan potensi kenaikan harga pangan.
“Kami mengikuti arahan dari Bapak Presiden Prabowo untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil, dan bila memungkinkan, lebih murah dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Menko Pangan Ad Interim saat memimpin rapat koordinasi bersama berbagai kementerian, lembaga, dan BUMN Pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan),dikutip dari InfoPublik,Selasa (18/2/2025).
Menteri Amran memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme untuk operasi pasar, yang meliputi perencanaan volume komoditas yang akan didistribusikan, penentuan harga setiap komoditas, hingga lokasi pelaksanaan operasi tersebut.
“Kami akan melaksanakan operasi pasar secara besar-besaran, terutama untuk daging, gula pasir, dan minyak goreng. Saat ini kita masih dalam tahap rapat dan keputusan final akan diambil pada 19 Februari 2025,” ungkapnya.
Selain itu, Menteri Amran menyatakan bahwa pemerintah akan berhati-hati dalam menetapkan harga komoditas dalam operasi pasar serta menentukan harga eceran tertinggi yang akan diumumkan juga pada 19 Februari 2025.
“Kami berharap saat Ramadan, semua umat yang berpuasa merasa tenang dengan harga yang stabil. Tugas kita adalah memastikan petani dan peternak tetap sejahtera, konsumen tersenyum, dan pengusaha dapat untung,” tambahnya.
Menteri Amran meyakinkan masyarakat bahwa persediaan bahan pokok cukup menjelang Ramadan. “Stok beras adalah yang paling utama, karena beras memiliki kontribusi terhadap inflasi. Daging dan bawang, insya Allah aman, stoknya cukup. Kita sudah memantau dan memastikan stoknya aman,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, juga menyatakan kesiapannya memberikan dukungan untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadan. Salah satu langkahnya adalah koordinasi dengan Dinas Perdagangan agar operasi pasar dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
“Berlandaskan arahan dari Bapak Menteri Pertanian, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan PD Pasar, terutama di wilayah yang ada indikasi kenaikan harga, agar bisa segera dikendalikan melalui operasi pasar dengan komoditas yang ditetapkan dan di lokasi-lokasi yang sudah dilaporkan,” jelasnya.
(Bet)













