Daerah

Tujuh Kepulan Asap Muncul di Kawah Wadon, Tim Gabungan Perkuat Pemantauan

51
×

Tujuh Kepulan Asap Muncul di Kawah Wadon, Tim Gabungan Perkuat Pemantauan

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) terus memantau kondisi kawasan Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setelah tujuh titik kepulan asap terdeteksi di lokasi tersebut.

Pemantauan dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan serta penggunaan drone thermal untuk mengetahui perkembangan titik panas di kawasan terdampak kebakaran.

Berdasarkan siaran pers BBTNGGP yang diterbitkan pada 15 Agustus 2026, pemantauan menggunakan drone thermal dilakukan secara kolaboratif oleh WANDRI dan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) pada 14 Agustus 2026. Pemantauan dilakukan tiga kali, yakni siang, sore, dan malam.

Pada pemantauan siang dan sore, kamera drone thermal menangkap sejumlah titik panas di sekitar lokasi terdampak. Namun, titik panas tidak terdeteksi dalam pemantauan malam hari.

BBTNGGP menyebut kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh lokasi yang tertutup awan atau kabut serta kemungkinan menurunnya suhu pada titik panas.

Sementara itu, berdasarkan laporan tim di lapangan sekitar pukul 10.36 WIB, ditemukan tujuh titik kepulan asap di sekitar Kawah Wadon. Salah satu kepulan asap sempat disertai api kecil dan langsung dipadamkan oleh tim gabungan.

Hingga pukul 12.11 WIB, kepulan asap tidak kembali terlihat di lokasi kebakaran.

Untuk memperkuat penanganan, BBTNGGP pada 15 Agustus 2026 memberangkatkan 24 personel gabungan yang terdiri atas petugas BBTNGGP dan relawan. Mereka melakukan pemantauan, penyisiran, dan penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Dukungan penanganan juga datang dari masyarakat, relawan, komunitas, dan berbagai organisasi. BBTNGGP menerima bantuan logistik dari Indonesia Green Ranger untuk mendukung kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNGGP.

Logistik tersebut kemudian didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan tim yang bertugas di lapangan.

BBTNGGP hingga kini belum menetapkan luasan final area yang terdampak kebakaran.

Penghitungan masih dilakukan berdasarkan data dan metode yang digunakan. Perbedaan angka luasan dapat terjadi karena perbedaan metode dalam pengumpulan dan pengolahan data.

Luasan akhir area terdampak akan disampaikan setelah penanganan kejadian selesai dan penghitungan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Kondisi cuaca turut memengaruhi penanganan kebakaran di kawasan Kawah Wadon.

Pada 15 Agustus 2026 sekitar pukul 13.29 WIB, kawasan Cibodas, Cianjur, dilaporkan mengalami hujan lebat. Berdasarkan pemantauan tim di Pos Kandang Badak pukul 13.46 WIB, hujan rintik juga berlangsung secara tidak konstan.

Seiring kondisi cuaca yang mulai menunjukkan tanda-tanda hujan, tim yang bertugas di sekitar Kawah Wadon ditarik mundur pada pukul 15.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk memastikan keselamatan personel.

Berdasarkan konfirmasi melalui saluran radio ORARI Lokal Kabupaten Cianjur pada pukul 16.44 WIB dan 17.08 WIB, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih turun di kawasan Kandang Badak.

BBTNGGP berharap hujan dapat meluas ke sekitar Kawah Wadon sehingga membantu proses pendinginan dan penanganan di lokasi.

Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, relawan, komunitas, organisasi, RSUD Cimacan, pemerintah daerah dan pemerintah desa, hingga TNI dan Polri.

Kepala Balai Besar TNGGP Sadarta Noor Adirahmanta menyatakan pemantauan dan penanganan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

Hingga siaran pers diterbitkan pada 15 Agustus 2026, BBTNGGP masih memantau perkembangan titik asap, titik panas, kondisi cuaca, serta luasan area yang terdampak kebakaran di sekitar Kawah Wadon.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses