Hallonusantara.com ||Cianjur — Penyaluran bantuan pangan pemerintah melalui Perum Bulog di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, menuai sorotan. Kepala Desa Sukatani, H. Udin Sanusi, mengungkapkan adanya keterlambatan informasi terkait jadwal distribusi yang menyebabkan warga sempat mendatangi kantor desa tanpa kepastian penyaluran.
Kepala Desa Sukatani H. Udin Sanusi menjelaskan bahwa jadwal pembagian bantuan pangan sebenarnya telah disusun jauh hari sebelumnya berdasarkan undangan resmi dari pihak Kecamatan Pacet. Program bantuan pangan tahun 2026 tersebut direncanakan untuk dua bulan penyaluran.
Menurutnya, pemerintah desa menerima data penerima bantuan berikut jadwal distribusi yang telah ditentukan sekitar beberapa hari sebelum pelaksanaan.
“Persiapan sudah dilakukan cukup lama bersama pihak kecamatan. Data penerima juga sudah kami terima dan disiapkan,” ujar Udin Sanusi kepada media, Senin (20/4/2026).
Untuk memastikan akurasi penerima bantuan pangan dari Perum Bulog, pemerintah Desa Sukatani melakukan verifikasi data melalui para ketua RT.
Proses verifikasi tersebut mencakup pengecekan warga yang masih aktif tinggal di desa, termasuk pembaruan data bagi warga yang telah pindah atau meninggal dunia.
“Semua data sudah diverifikasi oleh para ketua RT. Mereka yang paling mengetahui kondisi warganya. Jadi data penerima yang terkumpul sekarang sudah melalui proses pengecekan di seluruh RT,” katanya.
Meski jadwal distribusi sudah diinformasikan melalui undangan dan barcode yang disebarkan kepada warga, pada hari pelaksanaan Senin (20/4/2026) penyaluran bantuan belum dapat dilakukan.
Hal tersebut membuat sejumlah warga mendatangi kantor desa untuk menanyakan kepastian bantuan pangan yang mereka tunggu.
“Sebagian warga sudah menerima undangan melalui RT dan datang ke desa. Namun belum ada informasi resmi apakah penyaluran gagal atau ditunda,” ungkapnya.
Udin menambahkan, kondisi tersebut semakin menimbulkan pertanyaan warga karena desa tetangga di wilayah Kecamatan Cipanas dilaporkan sudah lebih dahulu menerima bantuan pangan sesuai jadwal.
Situasi itu membuat masyarakat berharap penyaluran di Desa Sukatani juga segera dilakukan.
“Desa tetangga sudah menerima sesuai jadwal. Jadi warga di sini juga berharap hal yang sama,” ujarnya.
Menurut Udin Sanusi, jika terjadi kendala dalam distribusi bantuan pangan dari Perum Bulog, seharusnya informasi tersebut disampaikan lebih cepat kepada pemerintah desa melalui pihak Kecamatan Pacet.
Dengan informasi lebih awal, pemerintah desa dapat menyampaikan kepada warga agar tidak datang ke lokasi pembagian tanpa kepastian.
“Kalau memang ada kendala, seharusnya ada pemberitahuan. Ini menyangkut warga. Mereka datang jauh-jauh, bahkan ada yang naik ojek hanya untuk memastikan bantuan,” katanya.
Pemerintah Desa Sukatani mencatat sekitar 2.500 warga masuk dalam daftar penerima bantuan pangan. Jika seluruh penerima datang secara bersamaan tanpa kepastian distribusi, dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan dan kebingungan di tingkat desa.
Udin berharap koordinasi antara pemerintah kecamatan dan pihak terkait dapat diperbaiki agar penyaluran bantuan pangan berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Perencanaannya sebenarnya sudah lama. Kalau ada kendala, seharusnya disampaikan sejak awal agar desa bisa menginformasikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Bet)





