Peristiwa

Kebakaran Kampung Pasekon Cipanas Cianjur: 12 Rumah Hangus, 21 KK Terdampak, Dua Warga Luka Bakar

74
×

Kebakaran Kampung Pasekon Cipanas Cianjur: 12 Rumah Hangus, 21 KK Terdampak, Dua Warga Luka Bakar

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Kebakaran Kampung Pasekon Cipanas Cianjur terjadi pada Sabtu subuh (28/3/2026) sekitar pukul 05.00 WIB di Kampung Pasekon RT 03/RW 17, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Kebakaran permukiman padat Cipanas Cianjur tersebut menghanguskan sedikitnya 12 rumah warga, mengakibatkan 21 kepala keluarga (KK) atau sekitar 51 jiwa terdampak dan harus dievakuasi ke lokasi aman.

Dalam peristiwa kebakaran rumah warga di Cipanas Cianjur ini, dua orang dilaporkan mengalami luka bakar yakni Sutiana (89) dan Ahmad Jailani (69). Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala Desa Cipanas, Muhammad Agus Saputra, mengatakan penanganan korban kebakaran Cipanas Cianjur langsung dilakukan oleh pemerintah desa bersama warga dan relawan dengan mengevakuasi para korban ke Masjid Al-Huda Cipendawa yang dijadikan posko darurat sementara.

“Alhamdulillah dalam kebakaran Kampung Pasekon Cipanas ini tidak ada korban jiwa. Namun ada dua warga yang mengalami luka bakar dan saat ini sudah mendapat perawatan di RSUD Cimacan. Pemerintah desa fokus pada evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” ujar Agus Saputra kepada media, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan penanganan kebakaran Cipanas Cianjur juga dilakukan dengan membuka dapur umum kebakaran Cipanas untuk memenuhi kebutuhan logistik para korban. Bantuan berupa makanan siap saji, pakaian, hingga kebutuhan balita dan lansia mulai berdatangan dari berbagai pihak.

“Sebagian warga mengungsi di Masjid Al-Huda, sebagian lainnya tinggal sementara di rumah kerabat. Ada juga yang berencana menyewa kontrakan. Bahkan ada donatur yang memberikan bantuan sekitar Rp5 juta per kepala keluarga untuk membantu biaya tempat tinggal sementara,” jelasnya.

Sementara itu, kerugian kebakaran di Kampung Pasekon Cipanas diperkirakan mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Selain rumah tinggal, sejumlah kendaraan serta barang berharga milik warga turut terbakar. Namun angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan masih terus dilakukan oleh aparat desa dan relawan.

Berdasarkan keterangan saksi, kronologi kebakaran Cipanas Cianjur diduga bermula dari suara ledakan yang berasal dari salah satu rumah warga. Setelah ledakan terdengar, api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah lain karena kondisi permukiman padat di Kampung Pasekon.

Seorang warga setempat, Teh Imas (43), mengatakan warga pertama kali mengetahui kebakaran sekitar pukul 05.00 WIB saat api sudah terlihat membesar dari salah satu rumah di pinggir jalan.

“Awalnya warga mendengar ada suara ledakan, lalu api sudah besar. Dugaan warga dari gas di dapur. Api cepat sekali merambat karena rumah di sini berdekatan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan dua orang sempat menjadi korban luka bakar akibat kejadian tersebut dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, Kapolsek Pacet AKP Amir Said, S.E., yang turun langsung ke lokasi bersama anggota, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran di Kampung Pasekon Cipanas berasal dari kebocoran tabung gas LPG ukuran 12 kilogram di rumah milik Sutiana.

“Diduga terjadi kebocoran dari tabung gas LPG ukuran 12 kilogram. Di lokasi kami menemukan tiga tabung gas yang kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk aman sekarang di Polsek Pacet lanjut,” kata Amir Said.

Petugas pemadam kebakaran dari wilayah Cipanas dan Kabupaten Cianjur segera diterjunkan setelah menerima laporan warga. Empat unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 25 personel dikerahkan untuk memadamkan api.

Kanit Damkar Cipanas Yanto Hermanto mengatakan saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar sehingga dengan cepat menjalar ke rumah lain di kawasan permukiman padat tersebut.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan hingga sekitar pukul 09.30 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa,” ujarnya.

Relawan dari Energi Relawan Indonesia (ERI) juga turut melakukan assessment kebakaran Kampung Pasekon Cipanas guna mendata jumlah korban serta kerusakan bangunan yang terdampak.

Relawan ERI, Aher, mengatakan tim relawan membantu proses evakuasi warga, pendataan korban serta proses pendinginan bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat setempat.

“Data sementara sekitar 11 hingga 12 rumah terdampak dengan kurang lebih 51 jiwa. Saat ini sebagian korban ditempatkan sementara di Masjid Al-Huda,” kata Aher.

Saat ini pemerintah desa, aparat kepolisian, relawan, dan warga masih fokus pada penanganan korban kebakaran Cipanas Cianjur, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik serta membuka bantuan dari berbagai pihak untuk proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga yang terbakar.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses