Peristiwa

Truk Tangki Pertamina Bermuatan 24 Ribu Liter Pertalite Terbakar di Jalur Nasional Cianjur–Sukabumi, Arus Logistik Sempat Terhenti

91
×

Truk Tangki Pertamina Bermuatan 24 Ribu Liter Pertalite Terbakar di Jalur Nasional Cianjur–Sukabumi, Arus Logistik Sempat Terhenti

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR – Sebuah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina yang membawa sekitar 24 ribu liter Pertalite terbakar di ruas Jalan Raya Sukabumi, Kampung Cijoho, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Senin (6/7) sekitar pukul 14.45 WIB. Insiden di salah satu jalur nasional penghubung Jawa Barat itu mengakibatkan arus lalu lintas sempat lumpuh total dan memicu rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran kendaraan yang mengangkut bahan bakar dalam jumlah besar tersebut mendapat penanganan cepat dari aparat kepolisian, pemadam kebakaran, serta tim keselamatan Pertamina. Kawasan sekitar lokasi langsung disterilkan untuk menghindari potensi bahaya lanjutan sekaligus mempercepat proses pemadaman dan evakuasi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Ahmad Prio Gunawan, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan truk tangki bernomor polisi B 9796 SEI itu sedang melakukan perjalanan dari Padalarang menuju Sukabumi sebelum terbakar di Jalan Raya Sukabumi, Kecamatan Warungkondang.

“Dugaan sementara, kampas rem mengalami panas berlebih (overheating) sehingga memicu ledakan yang kemudian menyebabkan kebakaran pada kendaraan tangki,” kata Prio di lokasi kejadian.

Menurut dia, informasi awal dari pengemudi menyebutkan kendaraan tersebut mengangkut BBM jenis Pertalite dengan kapasitas sekitar 24 ribu liter. Namun, kepolisian masih melakukan identifikasi dan pendalaman untuk memastikan seluruh data kendaraan, pengemudi, serta penyebab pasti kebakaran.

“Data lengkap masih dalam proses pendataan dan penyelidikan. Kami belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir sebelum proses tersebut selesai,” ujarnya.

Sebagai dampak dari insiden itu, akses kendaraan di jalur nasional Cianjur–Sukabumi sempat ditutup total. Kendaraan bertonase besar tidak dapat melintas selama proses pemadaman dan pendinginan berlangsung, sementara kendaraan ringan dialihkan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan petugas untuk mengurangi kepadatan.

Polisi bersama instansi terkait juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi mengingat karakteristik muatan yang memiliki tingkat risiko tinggi apabila terjadi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam menjalankan operasi penanganan keadaan darurat.

“Untuk kendaraan besar masih belum dapat melintas. Kendaraan kecil kami alihkan melalui jalur alternatif agar arus lalu lintas tetap bergerak dan kemacetan tidak semakin panjang,” ujar Prio.

Di saat yang sama, tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina diterjunkan ke lokasi guna memastikan prosedur keselamatan dijalankan sesuai standar, termasuk mendukung proses evakuasi kendaraan dan penanganan pascakebakaran.

Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian dan mematuhi arahan petugas selama proses penanganan berlangsung.

Hingga Senin petang, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Sementara itu, petugas terus melakukan proses pendinginan, pemeriksaan teknis kendaraan, serta normalisasi arus lalu lintas secara bertahap agar jalur nasional Cianjur–Sukabumi dapat kembali beroperasi dengan aman.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses