Polemik

Bentrok Warga dengan Aparat TNI Terkait Area Parkir Masjid Al-Jabar

77
×

Bentrok Warga dengan Aparat TNI Terkait Area Parkir Masjid Al-Jabar

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || BANDUNG – Semenjak awal diresmikannya Masjid Raya Aljabar terus menuai kontroversi dari warga sekitar dan pengguna kendaraan yang melintas mulai jalan terlalu sempit lalu kendaraan proyek yang melintas mengganggu rumah sekitar area proyek masjid lalu pedagang kaki lima hingga area parkir pun tak luput dari pembahasan dan sampai pada puncak nya terjadi ketegangan di lokasi area parkir antara perwakilan warga dari beberapa rw yang menamakan diri panser (parkir sementara) dan aparat TNI yang menjaga di lokasi masjid Aljabar.

“Memang sudah dimusyawarahkan berkali kali terkait masalah area parkir ini antara warga dan pihak Kodim dan sampai saat ini belum menemukan titik temu hingga puncak nya terjadi tadi pagi hari antara salah satu aparat dari kavaleri sebagai penjaga area masjid dan ketiga warga di area parkir yang bernama rukman,Asep,heri.” Ujar yana bule ketua Panser.

Akibat dari kejadian pemukulan tersebut, Senen (31/7/2023) warga berkumpul di depan gerbang masjid untuk meminta kejelasan terhadap kejadian kepada pengelola parkir karena tindakan aparat yg telah semena2 kepada pihak panser (parkir sementara).

“Selain sebagai pengelola tempat parkir pihak panser juga merangkap sebagai relawan kesehatan dikarenakan setiap hari selalu ada kecelakaan di dalam masjid diantara nya terpeleset di lantai,jatuh dari tangga dan selalu di bantu oleh pengurus panser sampai di antar ke lokasi kediaman korban memakai kendaraan yang memang di sediakan oleh warga untuk antisipasi kejadian di masjid”. Ujar Yana bule

“Melihat kejadian barusan pihak kita meminta dari pihak koperasi kodim untuk menengahi antara pihak yg salah paham agar tidak berkepanjangan dengan diadakan musyawarah antara pihak panser selaku pengelola dan warga sekitar dan pihak TNI yang di wakili dari koperasi kodim dan kami meminta kejelasan tentang aturan -aturan di area parkir masjid aljabar yang menurut kami tidak ada kejelasan mengenai penerimaan yang mengelola yg asalnya dari 90 orang menjadi 45 orang lalu sekarang 12 orang”. Ujar yusup irawan selaku ketua LPM kel.cimincrang.

Dalam musyawarah tersebut selain mendamaikan pihak panser dan pihak tni ada juga beberapa dari warga yang mengusulkan kepada pemerintah khusus nya pihak kodim agar tidak memakai pihak ke tiga yaitu pemenang tender sebagai pengelola gerbang otomatis dari parkir area masjid karena keinginan warga agar tetap di kelola secara penuh oleh masyarakat sekitar dari dua kelurahan yaitu dan beberapa rw untuk mencari rezeki tidak hanya terkena dampak akibat pembangunan masjid tersebut berupa debu dan kebisingan dahulu pihak warga pun sampai mengadukan permasalahan ini sebelum nya kepada dprd kota bandung lalu pemerintah kota bandung dan pemerintah provinsi jawa barat.

“Kami Sudah mengajak serta warga untuk membantu dalam mengelola/mengatur parkir 12 orang dari yang asalnya 90 orang karena keterbatasan area jadi tidak bisa sebanyak yang diminta oleh pihak warga dan kami pun sudah memberi tahu warga agar tidak ada pungutan sepeser pun terhadap kendaraan di dalam area selain dari org yg parkir di dalam area masjid selain itu ” tutur eddy perwakilan kodim.

Setelah ada nya diskusi dan meluruskan permasalahan pemukulan yang terjadi kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak akan memperpanjang masalah tersebut lalu akan terus inten komunikasi agar tidak terjadinya kesalah pahaman seperti ini lagi di kemudian hari.

(Enggal.SW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses