Hallonusantara.com || Cianjur — Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Jawa Barat III (Kota Bogor–Kabupaten Cianjur), Endang Setyawati Thohari, melaksanakan kegiatan reses di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Selasa (3/3/2026). Dalam agenda reses tersebut, Endang Setyawati Thohari menegaskan komitmennya memperjuangkan aspirasi petani Pacet, khususnya terkait pupuk subsidi, alat pertanian, dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam pertemuan bersama 14 kelompok tani Desa Ciputri, Endang Setyawati Thohari menyerap langsung keluhan petani Pacet mengenai kelangkaan pupuk, keterbatasan alsintan (alat dan mesin pertanian), serta akses permodalan usaha tani. Aspirasi petani Cianjur tersebut menjadi prioritas dalam agenda reses DPR RI guna memastikan program kementerian pertanian tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan petani.
Ketua Kelompok Tani Kampung Pojok, Dadang, menyampaikan bahwa bantuan pupuk subsidi dan traktor pertanian sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Pacet. Ia menekankan pentingnya pendataan kelompok tani agar bantuan pemerintah pusat tidak salah distribusi dan benar-benar diterima petani yang berhak.
Menanggapi aspirasi petani Pacet, Endang Setyawati Thohari menyatakan reses DPR RI merupakan instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan nasional. Menurutnya, tanpa dialog langsung dengan petani Cianjur, program pertanian berisiko tidak sesuai kebutuhan lapangan.
Terkait distribusi pupuk di Jawa Barat, Endang Setyawati Thohari mengaku akan berkoordinasi dengan produsen pupuk nasional, termasuk Pupuk Kujang, guna memastikan ketersediaan pupuk bagi petani Pacet dan Cianjur. Ia menegaskan, persoalan pupuk subsidi tidak boleh terus berulang karena berdampak langsung pada produksi pangan nasional.
Selain pupuk, Endang Setyawati Thohari juga menyoroti pentingnya jaminan harga hasil pertanian agar petani Cianjur memperoleh keuntungan yang layak. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan nasional tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.
Kepala Desa Ciputri, Nia Novi Hertini, menyebutkan Desa Ciputri memiliki 14 kelompok tani dengan berbagai subsektor, mulai dari pertanian organik, pertanian konvensional, hingga tani hutan. Menurutnya, sektor pertanian Pacet menjadi penopang pasokan pangan daerah sehingga dukungan pemerintah pusat dan DPR RI sangat dibutuhkan.
Melalui reses DPR RI di Pacet, Endang Setyawati Thohari berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani Cianjur semakin kuat. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi petani Pacet hingga masuk dalam pembahasan program kementerian terkait, demi memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Jawa Barat.
(Bet)













