Hallonusantara.com || JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau umat Islam untuk mempersiapkan diri dengan matang, baik secara spiritual maupun sosial. Dalam sebuah majelis pengajian yang digelar di rumah dinasnya di Jakarta Selatan pada Sabtu (22/2/2025), Menag juga menggarisbawahi pentingnya mendoakan orang tua dan guru yang telah berpulang.
Menag mengingatkan bahwa doa menjadi jembatan penghubung bagi anak yang saleh dengan orang tua dan guru mereka, terutama yang telah meninggal dunia. “Apabila setiap habis salat, kita bacakan Surah Al-Fatihah untuk orang tua kita, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat, mereka akan mendapatkan manfaatnya,” ujarnya, seperti dikutip dari InfoPublik, Minggu (23/2/2025).
Ia menekankan bahwa doa bukan hanya ditujukan kepada orang tua biologis, tetapi juga kepada guru-guru yang telah memberikan kontribusi besar dalam hidup seseorang, seperti mengajarkan ilmu agama. Menag menyebut mereka sebagai “orang tua spiritual” yang memiliki peran penting dalam membangun pondasi keimanan individu.
“Mungkin orang tua kita atau guru kita yang mengajarkan kita mengenal Alquran, sudah lebih dulu dipanggil oleh Allah SWT. Bulan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mengenang jasa mereka dan terus mendoakan mereka,” tutur Menag.
Menag juga memberikan gambaran menyentuh tentang pentingnya doa anak bagi orang tua yang telah berpulang. Ia menggambarkan bahwa tanpa doa dari anak-anak mereka, orang tua yang sudah meninggal dapat merasa seperti pengemis di alam barzakh yang menanti kiriman doa.
“Pada hari Jumat, doa khatib dalam khutbah menjadi harapan bagi mereka, ‘Ya Allah, ampunilah orang-orang Muslim laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.’ Ini menunjukkan bagaimana besarnya manfaat doa yang sampai kepada mereka,” jelasnya.
Menjelang Ramadan, Menag Nasaruddin mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak sedekah, dan mendoakan orang-orang yang telah berjasa dalam hidup mereka. Ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh peluang untuk menanam amal kebaikan bagi kehidupan akhirat.
“Ramadan adalah momen menanam untuk akhirat. Apa yang kita tanam di bulan ini, itulah yang akan kita panen kelak. Jadi, mari manfaatkan sebaik-baiknya,” ajak Menag penuh semangat.
Acara pengajian tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Muchlis M Hanafi yang turut memberikan ceramah. Suasana pengajian menjadi ajang refleksi sekaligus pengingat bagi para hadirin untuk menyambut bulan penuh berkah ini dengan persiapan yang maksimal.
Melalui ajakan Menag Nasaruddin, umat Islam diharapkan mampu menata hati dan meningkatkan amalan, baik dalam hubungan dengan Sang Pencipta maupun dengan sesama, sehingga Ramadan menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
(Bet)













