Seni & Budaya

KDM Sampaikan Pesan Penting Tentang Kepemimpinan Dan Kebijakan Strategis Melalui Interaksi Yang Sangat Menghibur di Puncak HJS Ke-447

199
×

KDM Sampaikan Pesan Penting Tentang Kepemimpinan Dan Kebijakan Strategis Melalui Interaksi Yang Sangat Menghibur di Puncak HJS Ke-447

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || SUMEDANG – Kedatangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sangat ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat Sumedang. Terbukti kendati menjelang tengah malam, Kang Dedi sapaan akrab gubernur Jabar ini datang dan disambut dengan sangat antusias oleh warga masyarakat Sumedang saat menghadiri acara puncak peringatan HJS ke-447, yang digelar di Kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang, Sabtu (26/04/2025).

Puncak peringatan HJS ke-447 digagas oleh pemerintah provinsi Jabar berkolaborasi dengan Pemda Sumedang dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung selenggarakan pagelaran seni budaya dengan tema ” Abdi Nagri Nganjang Ka Warga “, dengan tujuan mempererat kedekatan antara unsur pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat.

Dalam gelaran pagelaran wayang golek bersama dalang Yogaswara Sunandar Sunarya, komedian Ohang, Ade Batak dan Mang Radja. Kang Dedi (KDM) berinteraksi bersama warga dan sangat menghibur. Dalam interaksi itu pun, Kang Dedi dengan serius menyampaikan pesan-pesan penting tentang kepemimpinan serta pelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya Sunda yang relevan dengan kondisi sosial dan lingkungan saat ini.

Dalam kesempatan itu, Kang Dedi menegaskan bahwa seorang pemimpin harus lebar wawanen, yakni keberanian yang tidak mudah goyah, tidak terpengaruh oleh tekanan dari luar.

” Pamimpin teh kudu lebar wawanen, ulah gampang kabawa kurayuan atawa tekanan. Kudu jujur, tegas, sarta daek nangtayungan rahayat jeung alam na (pemimpin harus besar keberanian, jangan mudah dirayu atau ditekan. Harus jujur, tegas dan mampu mempeliha rakyat dan alamnya),” kata Kang Dedi.

Menurut Kang Dedi, salah satu ketegasan itu harus diwujudkan dalam menindak praktik-praktik ilegal seperti tambang galian liar yang merusak lingkungan serta pengelolaan alam yang sembrono.

” Pemerintah tidak boleh ragu dalam mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang mengancam kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Kang Dedi mengkritisi kebijakan-kebijakan sekolah yang memberatkan orang tua murid. Ia menyerukan perlunya kembali kepada pendidikan yang berakar pada nilai kebersamaan dan kesederhanaan.

” Pendidikan teu kudu mahal jeung mewah, nu penting mah eusi jeung nilai na,” seru Kang Dedi.

KDM pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap degradasi lingkungan yang kian nyata di berbagai daerah di Jawa Barat. Menurutnya, kerusakan terjadi karena manusia semakin jauh dari nilai-nilai lokal, spiritualitas dan filosofi hidup yang diwariskan leluhur Sunda.

” Lamun nyaah ka Sumedang, rek miara Sumedang, rek ngajaga jeung ngariksa Sumedang, mulang keun Sumedang kana dangiang na, eureunkeun penambangan ilegal di Sumedang, ” tandas Kang Dedi.

(Agus HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses