Hallonusantara.com || Sumedang – Majelis Adat Sumedanglarang melalui press release nya tertanggal 24/5/2026, layangkan empat pernyataan sikap terkait rencana pembangunan geothermal di kawasan gunung Tampomas. Majelis Adat Sumedanglarang menegaskan bahwa pihaknya berdiri pada satu garis guna menjaga Tampomas.
Pupuhu Majelis Adat Sumedanglarang, Susane Febriati Suryakartalegawa, S.H., menyatakan menjaga warisan leluhur adalah amanah antar generasi.
” Situs, hutan, dan mata air di Tampomas adalah warisan yang dititipkan leluhur. Mengorbankan nya demi investasi jangka pendek adalah penghianatan terhadap masa depan, ” tandasnya kepada media usai mengikuti acara Istigosah Akbar, di Cipanas, Buahdua, Sumedang.
Atas dasar diatas, Majelis Adat Sumedanglarang menyatakan dengan tegas ” Menolak ” rencana proyek geothermal di kawasan gunung Tampomas dalam bentuk dan skema apapun selama belum ada kajian ekologis, budaya, dan sosial yang komprehensif, transparan.
” Perlu diketahui oleh publik, rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bupati dan gubernur sebagai dasar acuan adanya rencana geothermal yang direncanakan oleh kementerian ESDM, ” ujar Susane.
Adapun 4 sikap yang dinyatakan oleh Majelis Adat Sumedanglarang, diantaranya :
1. Menolak eksploitasi Tampomas dalam bentuk apapun. Tampomas adalah kawasan resapan dan hulu sungai. Pengeboran geothermal di jantungnya adalah perjudian terhadap air, tanah, dan keselamatan rakyat di hilir.
2. Menegakkan adat, ilmu, dan hukum. Tidak ada keputusan atas tampomas yang sah tanpa persetujuan yang bebas, didahulukan, dan diinformasikan. Adat hidup disini sebelum izin ditulis di atas kertas.
3. Menjaga warisan, bukan menggadaikannya. Situs, hutan, dan mata air adalah amanah leluhur. Ia tidak bisa di tukar dengan angka investasi atau janji sementara.
4. Memilih pembangunan yang mendengar sebelum menggali. Kemajuan yang benar tidak mengeringkan sumber kehidupan, ia tumbuh bersama alam dan masyarakatnya.
” Kami tidak melawan negara. Kami mengingatkan negara pada tanggung jawabnya. Kami tidak anti energi. Kami anti cara-cara yang merusak masa depan demi keuntungan sesaat, ” tegas Pupuhu Majelis Adat Sumedanglarang.
TAMPOMAS bukan lahan proyek.
TAMPOMAS nafas Sumedang.
TAMPOMAS adalah saksi sejarah.
TAMPOMAS tidak dijual. !!!!
(Ah@D)













