Hallonusantara.com | CIANJUR — Sebuah rumah warga di Kampung Tangkolo, RT 001 RW 004, Desa Cihea, Kabupaten Cianjur, ludes terbakar pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 10.20 WIB. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir lebih dari Rp50 juta.
Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Seluruh penghuni tengah bekerja di kebun. Api baru diketahui setelah asap tebal terlihat membubung dari bangunan rumah di tengah minimnya aktivitas warga di sekitar lokasi.
Ocah Supriah (59), ibu pemilik rumah, mengatakan kobaran api pertama kali terlihat ketika ia berada tak jauh dari lokasi. “Saya lihat asap sudah besar dari rumah anak saya. Saya langsung berteriak minta tolong,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Warga yang mendengar teriakan segera berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan rumah berikut isinya.
“Anak saya tinggal di situ bersama lima orang anak, tiga masih sekolah. Semua habis, termasuk perlengkapan sekolah dan surat-surat penting,” kata Ocah. Ia berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk membantu keberlangsungan pendidikan cucu-cucunya.
Kepala Desa Cihea, Supriatna, mengatakan pemerintah desa telah menyalurkan bantuan darurat berupa sembako hasil swadaya masyarakat dan santunan awal sekitar Rp2,5 juta. “Bantuan ini untuk kebutuhan mendesak korban. Kami juga berkoordinasi dengan kecamatan dan dinas terkait,” ujarnya.
Pemdes Cihea, kata Supriatna, akan mengajukan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) agar korban dapat kembali memiliki tempat tinggal. Untuk sementara, korban mengungsi ke rumah orang tuanya.
Terkait penyebab kebakaran, Supriatna menyebut indikasi awal mengarah pada korsleting listrik karena tidak ada aktivitas memasak maupun penghuni di rumah saat kejadian.
Sementara itu, Sunarya, vendor pelaksana pemasangan KWH listrik PLN di rumah tersebut, menyatakan kebakaran tidak bersumber dari instalasi listrik yang dipasangnya. “Kami sudah turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan kepolisian. Kebakaran bukan berasal dari instalasi kami,” kata Sunarya.
Ia menegaskan bantuan yang diberikan pihaknya kepada korban murni bentuk empati, bukan pengakuan tanggung jawab atas peristiwa kebakaran.
(Bet)













