Daerah

Dana Desa Cibadak 2026 Anjlok, APBDes Fokus Pendidikan dan Kesehatan

66
×

Dana Desa Cibadak 2026 Anjlok, APBDes Fokus Pendidikan dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com | Cianjur — Pemerintah Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, memutuskan APBDes 2026 difokuskan pada program nonfisik setelah dana desa mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Desa Cibadak, Ridwan G, mengatakan alokasi dana desa tahun 2026 hanya sebesar Rp373.456.000, turun drastis dari tahun 2025 yang mencapai Rp1,3 miliar. Penurunan tersebut, menurut dia, terjadi secara merata di seluruh desa di Kabupaten Cianjur.

“Penurunan ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah desa dan BPD. Kami harus menyusun RKPDes 2026 dengan sangat selektif karena selisihnya jauh dibanding tahun lalu,” kata Ridwan saat Musrenbangdes penyusunan RKPDes 2026, Rabu, 14 Januari 2026.

Ridwan menjelaskan, sejumlah pos anggaran bersifat rutin tidak dapat dihilangkan, seperti insentif kader, guru PAUD, operasional PKK, serta program tambahan gizi bagi ibu hamil dan balita. Pos-pos tersebut, kata dia, berkaitan langsung dengan layanan dasar masyarakat.

Hasil musyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan RW, RT, lembaga desa, tokoh masyarakat, serta keterwakilan perempuan, menyepakati bahwa APBDes Desa Cibadak tahun 2026 tidak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisik atau infrastruktur.

“Keputusan ini bukan spekulasi, melainkan hasil musyawarah desa dengan mempertimbangkan kondisi riil anggaran dan kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan, terutama pendidikan dan kesehatan,” ujar Ridwan.

Ia mengakui, pada tahun-tahun sebelumnya Desa Cibadak mampu membiayai pembangunan infrastruktur di enam hingga tujuh titik dengan total anggaran sekitar Rp500–600 juta. Namun, kondisi tersebut tidak memungkinkan diterapkan pada 2026.

Meski demikian, Ridwan menegaskan kebijakan noninfrastruktur bukan berarti mengesampingkan pembangunan fisik sepenuhnya. Pemerintah desa, kata dia, akan berupaya mencari sumber pendanaan alternatif melalui koordinasi dengan dinas terkait maupun jalur aspirasi.

“Kami tetap memikirkan infrastruktur. Hanya saja, tahun ini prioritas diarahkan pada pendidikan dan kesehatan, termasuk penanganan stunting yang masih menjadi persoalan di Desa Cibadak,” kata dia.

Ridwan berharap masyarakat memahami dan mendukung kebijakan tersebut demi kepentingan jangka panjang, terutama dalam membangun kualitas generasi muda sejak usia dini.

“Target kami sederhana, anak-anak Cibadak tumbuh sehat dan mendapatkan pendidikan dasar yang kuat. Itu fondasi utama sebelum pembangunan lainnya,” ujarnya.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses