Nasional

Presiden Prabowo Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Pancasila untuk Kesejahteraan Rakyat

17
×

Presiden Prabowo Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Pancasila untuk Kesejahteraan Rakyat

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Jakarta  — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan utama dalam pembangunan ekonomi nasional guna memastikan kekayaan Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar dan merata bagi seluruh rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk mengenang lahirnya gagasan dasar negara yang disampaikan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada 1 Juni 1945 di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK).

Menurut Prabowo, Pancasila lahir dari nilai-nilai yang tumbuh dalam sejarah, budaya, pengalaman, dan cita-cita bangsa Indonesia. Karena itu, Pancasila menjadi konsensus nasional yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama.

“Karena itulah tema peringatan tahun ini, ‘Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia’, memiliki makna yang sangat mendalam,” kata Presiden.

Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, rivalitas geopolitik, hingga perang dagang antarnegara, Presiden menilai Indonesia memiliki fondasi yang kokoh melalui nilai-nilai Pancasila.

Ia menekankan bahwa Pancasila tidak boleh dipandang semata sebagai simbol atau dokumen historis, melainkan harus menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam merancang arah pembangunan ekonomi nasional.

Presiden juga menyoroti pentingnya pemerataan hasil pembangunan ekonomi. Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berlangsung dalam beberapa dekade terakhir, menurutnya perlu dilakukan evaluasi apakah manfaat pertumbuhan tersebut telah dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Selama beberapa dekade terakhir ekonomi Indonesia memang tumbuh. Namun, kita harus jujur bertanya, apakah pertumbuhan itu sudah dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menilai Indonesia memiliki potensi besar dari sektor pertambangan, perkebunan, energi, dan pertanian. Namun, ia menyebut nilai tambah dari pemanfaatan sumber daya alam tersebut belum sepenuhnya dinikmati masyarakat Indonesia.

“Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Namun, terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” katanya.

Untuk itu, Presiden menegaskan komitmennya menjalankan transformasi ekonomi nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Transformasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan, memperkuat kedaulatan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini adalah melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” ujar Presiden.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses