Peristiwa

Bocah Perempuan di Setu Bekasi Jadi Korban Peluru Nyasar

60
×

Bocah Perempuan di Setu Bekasi Jadi Korban Peluru Nyasar

Sebarkan artikel ini

Hallo Nusantara || Kabupaten Bekasi — Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun di Kampung Baru, RT 02 RW 05, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menjadi korban diduga peluru nyasar saat sedang bermain bersama teman-temannya, Minggu (5/7/2026) siang. Korban bernama ANS (9), siswi kelas 3 sekolah dasar.

Saat kejadian, ANS tengah bermain tanah bersama tiga temannya di bawah pohon, tepat di samping rumahnya. Suasana yang awalnya biasa mendadak berubah ketika sebuah proyektil yang diduga berasal dari senapan angin mengenai tubuh korban.

Nenek korban, Sino (63), mengatakan cucunya sempat merasakan seperti ada sesuatu yang mengenai tubuhnya sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

“Awalnya dia lagi duduk di tempat biasa anak-anak main di bawah pohon. Tiba-tiba kayak ada yang ngejepret. Dia sempat berdiri mau bilang ke bundanya, tapi baru jalan beberapa meter matanya langsung gelap, terus jatuh pingsan,” ujar Sino, Selasa (7/7/2026).

Melihat ANS terjatuh, teman-temannya langsung panik dan berteriak meminta pertolongan warga. Warga yang datang kemudian membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Korban sempat dibawa ke sebuah klinik dan bidan, namun karena kondisinya cukup serius, Alika dirujuk ke Rumah Sakit Uni Medika. Dari sana, korban kembali dirujuk ke RS Hermina sebelum akhirnya mendapatkan penanganan di RSUP Fatmawati, Jakarta.

“Di klinik enggak sanggup, terus ke Rumah Sakit Uni juga enggak sanggup. Dari Hermina langsung dirujuk ke Fatmawati,” kata Sino.

Di rumah sakit, dokter melakukan operasi untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, benda yang dikeluarkan diduga merupakan peluru senapan angin berukuran kecil.

“Sudah dioperasi semalam. Alhamdulillah sekarang pelurunya sudah diambil, cucu saya sudah sadar dan kondisinya sehat,” ungkapnya.

Sino mengatakan luka akibat proyektil tersebut berada di bagian dada sebelah kanan, dengan bekas luka masuk yang relatif kecil. “Pas saya lihat kecil, bekas pelurunya sekitar sekuku kelingking,” ujarnya.

Hingga kini belum diketahui dari mana asal proyektil tersebut. Namun, menurut keterangan warga, sesaat sebelum kejadian sempat terdengar suara menyerupai tembakan dari arah area persawahan. “Kalau kata aki-aki, ada suara kayak orang main slepetan dari arah sawah,” katanya.

Sino juga mengaku kawasan tersebut memang sesekali digunakan orang untuk berburu burung menggunakan senapan angin, meski tidak dilakukan setiap hari.

“Iya, kadang-kadang ada orang nembak burung. Tapi enggak setiap hari,” tuturnya.

Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap asal proyektil.

“Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata dia.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses