Hallonusantara.com || Garut, Jabar – Cuaca siang menjelang soré hari di kota Garut terlihat cerah sedikit berawan. Biasanya, kalau hari-hari sebelumnya selepas tengah hari pasti hujan. Istilah orang Garut menyebutnya, “dug-cur”. Singkatan dari selepas suara bedug pertanda waktu dhuhur, langsung cur, hujan turun, Senin (30/01) 2023.
Cerahnya cuaca ini, dimanfaatkeun oleh sebagian warga untuk berwisata atau sekedar jalan-jalan sambil menikmati suasana kota di Alun-alun Garut. Atau disebut juga Lapang Oto Iskandar Dinata, disingkat Otista.
Lapang Otista yang dibangun di lahan yang luasnya sekitar 8.400 meter persegi ini, menjadi salahsatu destinasi wisata bagi warga Kabupaten Garut khususnya. Selepas direnovasi dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil setahun silam, tepatnya tanggal 23 Januari 2022.
Seperti Tedi (38), warga Rancabango, Tarogong Kalér, ia sengaja membawa istri dan anaknya yang berumur lima tahun untuk berjalan-jalan dan bermain di Lapang Otista Garut.
“Saya dari Rancabango sengaja mengajak istri dan anak untuk berjalan-jalan di Alun-alun. Kebetulan hari ini tidak hujan. Mengapa memilih ke sini? Karena Alun-alun Garut tempatnya strategis di pusat kota. Dekat dengan Masjid Agung sebagai sarana ibadah dan dekat pula dengan pusat perbelanjaan dan berbagai kuliner. Yang pasti kalau berwisata ke sini tidak harus merogoh kocek yang banyak,” Katanya, waktu ditemui awak media Hallonusantara saat dirinya sedang menunggu anaknya di Taman Bermain yang ada di Lapang Otista Garut.
Lapang Otista memang berada di pusat kota. Dekat dengan Toserba Yogya, Mall Ramayana, dan pusat kuliner Pasar Ceplak. Sehingga orang yang berkunjung ke sana bisa sekalian berkunjung ke tempat yang lainnya.
Waktu maraknya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut, Lapang Otista sempat ditutup. Tidak boleh dikunjungi dan dijaga oleh petugas SATPOL PP, sekarang sudah lama dibuka kembali, tapi SATPOL PP masih terlihat berjaga di sekitar Lapang Otista. Untuk mencegah jangan terlalu berkerumun dan mengingatkan pengunjung agar selalu menerapkan Protokol Kesehatan. (Yanto)













