Hallonusantara.com || Cianjur – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengingatkan pelaku usaha migas yang tergabung dalam Hiswana Migas agar tidak membiarkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi terganggu akibat lemahnya pengawasan maupun praktik spekulasi di lapangan.
Pesan itu disampaikan Wahyu Ferdian saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) V DPC Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Senin, 8 Juni 2026. Menurut dia, kelancaran distribusi energi bukan sekadar urusan bisnis, melainkan faktor yang menentukan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Jangan sampai terjadi kelangkaan yang disebabkan oleh tata kelola yang kurang baik atau adanya praktik-praktik spekulasi di lapangan yang merugikan masyarakat kecil,” kata Wahyu dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Hiswana Migas merupakan mitra strategis pemerintah karena mengelola distribusi energi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. BBM dan LPG, kata dia, telah menjadi penopang aktivitas rumah tangga, sektor pertanian, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga transportasi publik.
Karena itu, menurut Wahyu, keberhasilan menjaga pasokan energi akan berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi daerah. Sebaliknya, gangguan distribusi dapat memicu keresahan masyarakat dan mengganggu stabilitas wilayah.
“Ketika distribusi energi berjalan lancar, ekonomi bergerak positif dan kondusivitas daerah dapat terjaga. Stabilitas itu salah satunya berada di pundak para pelaku usaha migas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga meminta Hiswana Migas memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur apabila muncul potensi gangguan pasokan atau gejolak harga di lapangan. Menurut dia, komunikasi yang cepat dan terbuka menjadi kunci agar pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif sebelum persoalan berkembang menjadi krisis distribusi.
Ia mengakui tantangan ekonomi ke depan tidak ringan. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan mitra yang responsif dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Selain menyoroti distribusi LPG dan BBM subsidi, Wahyu menitipkan sejumlah agenda strategis kepada kepengurusan baru yang akan terpilih dalam Muscab V. Salah satunya adalah percepatan digitalisasi dan modernisasi layanan di SPBU, agen, dan pangkalan LPG.
Menurut dia, pelayanan yang transparan, cepat, dan ramah akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor distribusi energi.
Wahyu juga meminta Hiswana Migas mengambil peran lebih besar dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah melalui jaminan pasokan energi yang terjangkau bagi sektor pertanian dan UMKM, dua sektor yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Cianjur.
Di bidang sosial, ia mendorong peningkatan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR agar keberadaan pelaku usaha migas tidak hanya dirasakan dalam aktivitas bisnis, tetapi juga melalui bantuan sosial, penanganan bencana, dan program pemberdayaan masyarakat.
“Pilihlah pemimpin yang visioner, yang tidak hanya memikirkan kemajuan bisnis anggotanya, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat Cianjur,” katanya.
Wahyu berharap Muscab V tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, melainkan momentum evaluasi dan pembenahan organisasi di tengah tantangan distribusi energi yang semakin kompleks. Pemerintah Kabupaten Cianjur, kata dia, siap mendukung iklim usaha yang sehat dan kondusif sepanjang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dengan mengucapkan basmalah, Wahyu secara resmi membuka Muscab V DPC Hiswana Migas Kabupaten Cianjur dan berharap forum tersebut menghasilkan keputusan yang mampu memperkuat tata kelola distribusi energi sekaligus menjawab berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
(Bet)













