Hallonusantara.com || Cianjur – Jumlah korban dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur mencapai 273 orang yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon. Pemerintah Kabupaten Cianjur memastikan mayoritas korban kini dalam kondisi membaik.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, berdasarkan laporan resmi dari para camat dan fasilitas kesehatan, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
“Total warga yang dilaporkan mengalami gejala keracunan mencapai sekitar 273 orang. Secara umum kondisi pasien berangsur membaik dan sebagian sudah dipulangkan dari fasilitas kesehatan,” ujar Wahyu, Rabu (28/1/2026).
Kasus terbaru tercatat di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, di mana 46 siswa sekolah dasar mengalami gejala mual dan pusing usai menyantap menu MBG. Dari jumlah tersebut, 12 siswa dirujuk ke RSUD Pagelaran, sementara 34 siswa lainnya dirawat di Puskesmas Kadupandak.
“Kondisi pasien yang dirawat di Puskesmas Kadupandak maupun RSUD Pagelaran sudah mulai membaik, bahkan beberapa di antaranya segera dinyatakan sembuh,” kata Wahyu.
Sementara itu, di Kecamatan Cikalongkulon, tercatat 202 orang ditangani di Puskesmas Cijagang dan 23 orang lainnya di Puskesmas Cikalongkulon. Dari total tersebut, tujuh pasien dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.
“Lima pasien dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur, dan dua lainnya dirawat di RS Dr. Hafiz Cianjur,” jelasnya.
Adapun di Kecamatan Sukanagara, dua siswa kelas V SDN Sukarame juga dilaporkan mengalami keluhan serupa dan saat ini dirawat di Puskesmas Sukanagara.
Untuk memastikan penyebab kejadian, Pemkab Cianjur telah mengirimkan sampel makanan MBG dari sejumlah sekolah ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat.
“Hingga kini kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal ini,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan awal, jenis makanan yang dikonsumsi korban bervariasi, tidak seluruhnya sama, sehingga diperlukan uji laboratorium untuk mendapatkan kesimpulan yang akurat.
Pemerintah daerah memastikan akan meningkatkan pengawasan distribusi dan kualitas makanan MBG, serta mengambil langkah tegas sesuai hasil investigasi demi mencegah kejadian serupa terulang.
(Bet)













