DaerahKesehatanSosial

Pemdes Sukanagalih Bergerak Cepat, Warga Sakit Enam Bulan Dirujuk dan Dirawat Inap di RSUD Cimacan

124
×

Pemdes Sukanagalih Bergerak Cepat, Warga Sakit Enam Bulan Dirujuk dan Dirawat Inap di RSUD Cimacan

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR — Pemerintah Desa (Pemdes) Sukanagalih mengambil langkah cepat menangani seorang warganya yang mengalami sakit berkepanjangan. Nanang (50), warga Kampung Babakan Cikundul RT 01 RW 18, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, yang diketahui telah enam bulan terbaring sakit tanpa kepastian diagnosis medis, akhirnya dirujuk dan dirawat inap di RSUD Cimacan.

Nanang hidup seorang diri bersama anaknya yang masih berusia empat tahun setelah istrinya meninggal dunia. Selama sakit, ia tidak mampu bekerja dan tidak memiliki pendamping keluarga tetap. Kondisi tersebut menyebabkan proses penanganan medis lanjutan tertunda, meski kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya dalam kondisi aktif.

Kondisi Nanang diketahui secara menyeluruh oleh Pemdes Sukanagalih setelah adanya pemberitaan di media. Hal tersebut disampaikan oleh Cucu Hartini, petugas Bidang Kesejahteraan Sosial (Kesra) Desa Sukanagalih, pada Minggu (14/12/2025).

Menurut Cucu, pihak desa sebelumnya tidak menerima laporan resmi dari RT maupun RW setempat terkait kondisi kesehatan Nanang. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, diketahui bahwa yang bersangkutan sempat menolak dirawat di rumah sakit.

“BPJS yang bersangkutan aktif. Kendalanya bukan pada administrasi, tetapi tidak adanya pendamping selama dirawat di rumah sakit dan tidak ada yang menjaga anaknya di rumah,” ujar Cucu.

Setelah permasalahan tersebut terungkap, Pemdes Sukanagalih langsung melakukan tindakan. Pada hari yang sama, Nanang dibawa ke RSUD Cimacan dan langsung menjalani perawatan inap. Proses rujukan dilakukan dengan pendampingan bidan desa, kepala dusun, mandor setempat, serta perangkat desa.

Keterangan foto: Dok (Bet/HN) Pemdes Sukanagalih yang di dampingi Mandor dan Bidan Desa langsung mendatangi ke rumah pasien.

Untuk memastikan kelancaran perawatan, pendampingan pasien selama rawat inap dilakukan secara bergiliran melalui swadaya masyarakat, dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah desa juga dari Puskesmas Sukanagalih. Sementara itu, anak Nanang untuk sementara diasuh oleh pihak keluarga agar proses pengobatan dapat berjalan tanpa hambatan.

Selain penanganan medis, Pemdes Sukanagalih mengimbau seluruh RT di wilayahnya agar lebih proaktif melaporkan kondisi warga yang sakit atau membutuhkan bantuan. Dengan jumlah 51 RT dan 19 RW, peran RT dinilai menjadi garda terdepan dalam pemantauan kondisi sosial dan kesehatan warga.

“Kami berharap setiap RT segera berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila menemukan warga yang membutuhkan penanganan, agar tidak terjadi keterlambatan,” tegas Cucu.

Pemerintah Desa Sukanagalih menegaskan bahwa keterlambatan penanganan bukan disebabkan pembiaran, melainkan kendala komunikasi serta kondisi sosial pasien. Dengan dirawatnya Nanang di RSUD Cimacan, pemerintah desa memastikan proses perawatan medis berjalan sesuai prosedur dan terus dilakukan pemantauan.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses