Hallonusantara.com || CIANJUR — Sungai Cipendawa di Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, berada dalam kondisi memprihatinkan. Hasil pemantauan media pada Sabtu, 10 Januari 2026, menunjukkan aliran sungai dipenuhi sampah rumah tangga yang mengendap dan hanyut mengikuti arus air, tanpa penanganan berarti.
Sepanjang alur sungai terlihat tumpukan plastik sekali pakai, kemasan makanan, hingga limbah domestik lainnya. Di sejumlah titik, sampah menempel di bantaran sungai dan mempersempit aliran air, menciptakan potensi luapan saat curah hujan meningkat.
Pantauan di lapangan tidak menemukan aktivitas pembersihan, papan peringatan, maupun sistem pengelolaan sampah yang memadai. Kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya pengawasan serta absennya penanganan rutin terhadap badan sungai yang melintasi kawasan permukiman dan lahan pertanian warga.
Warga setempat mengakui, kebiasaan membuang sampah ke Sungai Cipendawa telah berlangsung lama dan seolah dibiarkan. Minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah sementara serta rendahnya pengawasan disebut menjadi pemicu utama. “Setiap hujan besar, sampah makin menumpuk dan air sering meluap ke kebun,” ujar salah seorang warga.
Situasi ini berbanding terbalik dengan kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, yang menegaskan tanggung jawab negara dalam mencegah dan menangani pencemaran lingkungan, termasuk pada aliran sungai. Namun hingga kini, upaya nyata di tingkat desa maupun kecamatan belum terlihat di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Desa Cibodas dan pihak Kecamatan Pacet belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi Sungai Cipendawa maupun rencana penanganan pencemaran yang terjadi.
Kondisi Sungai Cipendawa menjadi potret nyata persoalan pengelolaan sampah di tingkat lokal. Lebih dari sekadar masalah estetika, pembiaran ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan bagi warga, terutama masyarakat yang berada di wilayah hilir sungai.
(Bet)













