Daerah

Tanah Bergerak Ancam Desa Cibanteng, 92 Rumah Masuk Zona Rawan Longsor

109
×

Tanah Bergerak Ancam Desa Cibanteng, 92 Rumah Masuk Zona Rawan Longsor

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus menerus di Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, memicu pergerakan tanah dan meningkatkan risiko longsor di wilayah tersebut. Kepala Desa Cibanteng, Muryani, pada Senin (03/11/2025), menyampaikan bahwa struktur tanah di desa tersebut labil dan mudah bergeser saat diguyur hujan deras.

Wilayah Terdampak dan Kerusakan

Pergerakan tanah terjadi terutama di Kampung Cibuntu. Sebanyak 92 rumah dinyatakan berada dalam zona rawan longsor. Satu rumah milik warga bernama Warsa mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dihuni, sehingga empat penghuni rumah tersebut telah dievakuasi ke rumah keluarga mereka.

Selain itu, satu rumah milik Imas dikosongkan, dan enam orang penghuninya telah diungsikan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Data Warga dan Penanganan

Sekitar 35 kepala keluarga (KK) dilaporkan masih menunggu bantuan lanjutan dari pihak berwenang. Pemerintah Desa Cibanteng telah melaporkan kondisi ini kepada BPBD Kabupaten Cianjur dan pihak Kecamatan Sukaresmi untuk penanganan lebih lanjut.

Muryani menyebutkan bahwa seluruh wilayah Desa Cibanteng, termasuk perbatasan dengan Desa Kubang, merupakan daerah rawan longsor dengan jumlah penduduk mencapai 6.300 jiwa.

Jalan yang mempunyai rongga akibat pergeseran tanah.

Fasilitas Umum Ikut Terdampak

Selain permukiman warga, akses jalan desa sepanjang kurang lebih 20 meter mengalami kerusakan akibat tanah bergerak. Permukaan jalan yang sudah dibeton masih terlihat utuh, namun bagian bawahnya mulai berlubang dan tergerus. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran jalan akan amblas jika pergerakan tanah terus berlangsung.

Pernyataan Resmi Kepala Desa

“Lokasi ini adalah daerah tanah bergerak. Jalan sudah mulai retak, dan rumah-rumah warga berada di zona rawan. Kami sudah laporkan ke BPBD dan kecamatan, dan saat ini warga terdampak ditampung di rumah keluarga masing-masing,” kata Kepala Desa Cibanteng, Muryani.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses